Kamis, 21 Mei 2026

Pemkab Pulang Pisau Mengajukan PLTS Komunal untuk Daerah Terisolir

Pemkab Pulang Pisau Mengajukan PLTS Komunal untuk Daerah Terisolir
Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, (empat dari kanan) melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (19/5/2026), guna memperjuangkan bantuan program Pem

PULANG PISAU - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mengajukan permohonan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal kepada Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE.

Langkah ini diambil guna memacu pemerataan akses energi terbarukan, khususnya bagi wilayah terpencil yang belum terlayani listrik secara maksimal.

“Langkah ini juga untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan kepada sejumlah wilayah yang belum terjangkau listrik di Kabupaten Pulang Pisau,” kata Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta dalam kunjungan kerja di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Strategi Perluasan TOWR: Fokus ke Pusat Data dan Energi Terbarukan

Pemerintah daerah terus berkomitmen memperjuangkan akses energi yang merata di berbagai pelosok. 

Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian ESDM RI, program PLTS APDAL mandiri kini tidak lagi menjadi prioritas utama pusat. Pemerintah daerah kini diarahkan untuk mengajukan program PLTS Komunal yang dianggap lebih efektif memenuhi kebutuhan warga.

“Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi prioritas pemerintah pusat sehingga pelaksanaan program dapat direalisasikan pada tahun 2027 mendatang,” terang Ahmad Jayadikarta.

Pemerintah daerah berharap program PLTS Komunal dapat memperluas akses energi bersih serta ramah lingkungan bagi masyarakat. Upaya ini bertujuan mendukung peningkatan taraf hidup sekaligus pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pulang Pisau.

“Kami berharap pada tahun 2027 nanti beberapa desa khususnya wilayah desa pesisir dapat menerima manfaat dari program PLTS Komunal,” ujarnya.

Listrik merupakan elemen vital untuk menunjang aktivitas keseharian warga. Energi listrik juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta menunjang layanan di berbagai sektor.

“Ketersediaan akses listrik juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pemerataan pembangunan di suatu wilayah,” jelasnya.

Kehadiran listrik sangat berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, serta mendukung kelancaran kegiatan pendidikan maupun pelayanan kesehatan. Akses listrik yang mencukupi diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru

Indonesia Miner 2026: AI dan Teknologi Jadi Arah Baru Tambang

Indonesia Miner 2026: AI dan Teknologi Jadi Arah Baru Tambang