Kamis, 21 Mei 2026

Waka MPR Diskusikan Investasi EBT Bersama Petinggi Temasek

Waka MPR Diskusikan Investasi EBT Bersama Petinggi Temasek
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno dan Petinggi Tamasek. (Sumber Foto: detik.com)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno mengadakan pertemuan dengan Kepala Kebijakan Internasional dan Tata Kelola Temasek, Ashok Mirpuri. 

Pertemuan tersebut berlangsung sebelum acara Ecosperity Week 2026 di Singapura dimulai. Dalam diskusi itu, Eddy memaparkan mengenai kebijakan energi di Indonesia serta langkah pemerintah dalam mempercepat transisi energi.

"Sektor pengembangan energi surya, bayu, hidro dan panas bumi merupakan diantara sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan diprioritaskan pemerintah ke depan sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk membangun perekonomian," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga

Strategi Perluasan TOWR: Fokus ke Pusat Data dan Energi Terbarukan

"Perlu kami sampaikan bahwa pembangunan ekonomi tersebut akan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, khususnya aspek dekarbonisasi," lanjut Eddy.

Di sisi lain, Ashok yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Singapura untuk Indonesia memaparkan berbagai aktivitas investasi di bidang energi terbarukan yang dilakukan unit usaha Temasek, seperti Keppel dan Sembawang Corp.

"Temasek membuka pintu selebar-lebarnya untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek-proyek EBT di Indonesia, termasuk Pembangkit Sampah Energi Listrik yang tengah dibangun secara masif oleh pemerintah," ungkap Ashok.

Pada hari yang sama, Eddy juga melakukan pertemuan dengan CEO Temasek, Dhilan Pillay Sandrasegara saat menghadiri jamuan makan pembukaan Ecosperity Week guna membahas isu perubahan iklim. 

Eddy turut memaparkan regulasi pendukung program pengendalian iklim di tanah air, contohnya Perpres 110/2025 mengenai Nilai Ekonomi Karbon. Kehadiran peraturan ini ditargetkan mampu mempercepat langkah perdagangan karbon serta upaya penurunan emisi.

"Kami juga menjelaskan bahwa selaku anggota DPR terus berupaya mendorong pembahasan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim dalam rangka menghadirkan payung hukum untuk memperkuat upaya Indonesia dalam menangani krisis iklim yang telah membawa dampak kenaikan suhu, cuaca ekstrem, bencana alam dan degradasi ekologi yang akut," kata Eddy.

Dalam kesempatan tersebut, Dhilan Pillay memberikan penjelasan lengkap mengenai komitmen Temasek dalam menanamkan modal secara bijak dan bertanggung jawab dengan mematuhi aspek keberlanjutan. 

Dhilan pun menyatakan minatnya untuk memperluas kerja sama investasi di sektor industri Indonesia, mengingat investasi sebelumnya telah sukses berkat pemanfaatan keahlian SDM nasional.

Sebagaimana diketahui, Ecosperity Week di Singapura adalah perhelatan kebijakan iklim skala besar di kawasan tersebut, di mana Eddy dijadwalkan mengisi sesi terkait pasar karbon dan diskusi pejabat senior mengenai perubahan iklim.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru

Indonesia Miner 2026: AI dan Teknologi Jadi Arah Baru Tambang

Indonesia Miner 2026: AI dan Teknologi Jadi Arah Baru Tambang