Kamis, 21 Mei 2026

Indonesia Miner 2026: AI dan Teknologi Jadi Arah Baru Tambang

Indonesia Miner 2026: AI dan Teknologi Jadi Arah Baru Tambang
Indonesia Miner 2026 sukses mempertemukan lebih dari 2.100 delegasi lintas sektor dari 20 negara. (Sumber Foto: ekbis.sindonews.com)

JAKARTA - Forum industri pertambangan Indonesia Miner 2026 sukses mempertemukan lebih dari 2.100 delegasi lintas sektor dari 20 negara guna memperkuat ekosistem komoditas strategis yang terintegrasi dan berkelanjutan. 

Pertemuan internasional edisi keenam yang berlangsung selama tiga hari tersebut berfokus pada perumusan arah baru industri, mulai dari eksplorasi, operasional, hingga pengolahan dan hilirisasi tambang.

“Melalui sesi ini, kami dapat berbagi bagaimana pendekatan modular dapat membantu industri menjawab tantangan eksekusi proyek secara lebih efisien. Indonesia Miner menjadi platform yang tepat untuk berdiskusi langsung dengan pelaku industri mengenai solusi yang aplikatif,” kata Technology Manager Mining Crushers Metso, Jason Perrella, dalam keterangan pers, Rabu (20/5).

Baca Juga

Strategi Perluasan TOWR: Fokus ke Pusat Data dan Energi Terbarukan

Dalam draf pemaparannya mengenai percepatan eksekusi proyek fasilitas pemecahan batuan (crushing dan screening plants), Jason menjelaskan bahwa pendekatan modular dirancang untuk menyederhanakan proses instalasi.

Solusi teknologi modern ini diyakini mampu membantu perusahaan tambang dalam mempercepat waktu operasional di lapangan dengan risiko finansial yang jauh lebih terukur.

Konferensi akbar ini membagi pembahasannya ke dalam tiga pilar fokus utama, yakni komoditas emas dan tembaga (Gold & Copper and Other Minerals), logam kritis untuk transisi energi (Critical Metals), serta sektor batu bara dan energi (Coal & Energy). 

Dinamika diskusi yang dihadiri 60 pembicara ahli ini menyoroti integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam manajemen data untuk mendukung proses pengambilan keputusan operasional yang lebih akurat.

Selain optimalisasi teknologi dan AI, forum tersebut juga menyoroti aspek keselamatan kerja melalui manajemen risiko kelelahan (fatigue risk) berbasis sensor pemantau sinyal otak (EEG). 

Penguatan sistem digital di area tambang turut diperkenalkan lewat pemanfaatan infrastruktur pencahayaan terintegrasi yang mampu menampilkan visibilitas operasional secara real-time kepada operator di lapangan.

Tidak hanya dari sisi teknis manufaktur, Indonesia Miner 2026 memberikan ruang khusus untuk memperkuat pilar sosial dan tata kelola melalui pelibatan perempuan di sektor energi. 

Diskusi yang diinisiasi oleh kelompok Women in Mining and Energy (WiME) Indonesia tersebut berupaya mendorong integrasi standar global untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adil.

Area pameran yang diisi oleh 46 perusahaan inovator sektor tambang turut menjadi motor penggerak terjadinya kemitraan strategis baru bagi para pelaku usaha di sektor publik maupun swasta. 

Dengan dukungan dari 18 sponsor utama serta sinergi bersama 15 asosiasi industri, pameran ini berhasil menciptakan ruang negosiasi yang lebih kasual, terbuka, dan interaktif. 

Ajang Indonesia Miner 2026 ini sukses menegaskan perannya sebagai katalisator dalam merespons tantangan global dan membuka peluang investasi baru. Kolaborasi konkrit dari seluruh rantai nilai ini diharapkan mampu mendorong industri pertambangan nasional menjadi jauh lebih progresif, adaptif, serta ramah lingkungan.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Waka MPR Diskusikan Investasi EBT Bersama Petinggi Temasek

Waka MPR Diskusikan Investasi EBT Bersama Petinggi Temasek

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru