Ekspansi Global, Pertamina NRE Incar Proyek Surya di Bangladesh
- Senin, 18 Mei 2026
JAKARTA - Setelah mengukir keberhasilan dalam pengembangan proyek energi terbarukan di Filipina, Pertamina NRE sekarang membidik pasar Bangladesh demi memperluas portofolio bisnis energi hijau di kawasan Asia.
Langkah ini ditempuh melalui penjajakan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sekaligus mendukung akselerasi transisi energi di negara tersebut.
Ekspansi ini dinilai sebagai bagian dari strategi Pertamina NRE dalam memperkuat bisnis energi baru dan terbarukan di kancah internasional, di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih global serta dorongan menuju target Net Zero Emission.
Baca JugaMahasiswa UGM Juara 1 Perlombaan Makalah Energi di Forum Global
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa pengembangan proyek energi hijau di Bangladesh berpotensi memperluas rekam jejak internasional perusahaan yang sebelumnya telah tumbuh di Filipina.
“Saat ini Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini. Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” ucap John Anis dalam pernyataannya.
Pengembangan ini dijajaki bersama Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP), sebuah perusahaan yang bergerak di sektor energi surya di Bangladesh, melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Kedua belah pihak akan mengeksplorasi peluang investasi dan pengembangan proyek energi terbarukan, termasuk potensi kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) pembangkit listrik tenaga surya.
Selain pengembangan proyek, kolaborasi ini juga diarahkan pada studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, hingga risiko proyek.
Transfer teknologi serta pengetahuan mengenai energi terbarukan turut menjadi bagian dari penjajakan tersebut.
John menganggap ekspansi bisnis energi hijau di Bangladesh merupakan langkah strategis di tengah kondisi global yang dipenuhi ketidakpastian.
“Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” tuturnya.
Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, mengutarakan bahwa kolaborasi bersama Pertamina NRE ini membuka peluang sinergi yang lebih luas dalam pengembangan energi surya di Bangladesh.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” kata Ziaur Rahman.
Dukungan terhadap kolaborasi tersebut juga datang dari pihak pemerintah.
Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, Roy Wahab, menilai kerja sama ini mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Bangladesh, khususnya di sektor investasi hijau serta energi berkelanjutan.
“Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” sebut Roy Wahab.
Melalui pengembangan proyek energi surya ini, Pertamina NRE dan CUSP berharap bisa memacu investasi hijau, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung upaya percepatan transisi energi global serta target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












