Mahasiswa UGM Juara 1 Perlombaan Makalah Energi di Forum Global
- Senin, 18 Mei 2026
JAKARTA - Tim dari Program Magister Teknik Sistem (MeTSi) Fakultas Teknik berhasil meraih peringkat pertama dalam kompetisi Graduate Student Paper Competition pada ajang 7th Asia Pacific IEOM Conference yang diselenggarakan secara daring oleh IEOM Society International di Bangkok, Thailand.
Kompetisi itu menjadi bagian dari konferensi internasional bergengsi Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) yang diikuti oleh para peserta dari 56 negara.
Kelompok dari UGM ini diperkuat oleh lima mahasiswa angkatan 2024, yaitu Arham, La Ode Masri Ande Kolewora, Muhammad Taufiq, Saiful M., serta Virtuous Ikmal Wicaksono.
Baca JugaEkspansi Global, Pertamina NRE Incar Proyek Surya di Bangladesh
Mereka menyajikan penelitian ilmiah bertajuk “The Mid-Term Forecast of South Sulawesi’s Renewable Energy Supply and Demand: An Application of Long-Range Energy Alternatives Planning”.
Studi tersebut dibimbing oleh Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan mengulas topik krusial mengenai perkiraan pasokan dan kebutuhan energi terbarukan di daerah Sulawesi Selatan.
Analisis yang mereka susun menunjukkan besarnya potensi energi terbarukan di wilayah itu, mencakup energi air, angin, panas bumi, biomassa, hingga surya.
Di antara berbagai potensi tersebut, energi air menjadi yang paling mendominasi karena melimpahnya jumlah aliran sungai yang dapat dimanfaatkan.
Mengacu pada Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Sulawesi Selatan, penyediaan pembangkit listrik tenaga air ditempatkan sebagai fokus utama, sementara tenaga surya disiapkan sebagai pilihan cadangan kedua.
Arham menerangkan bahwa sejak 2015, permintaan energi listrik di Sulawesi Selatan naik tajam di bermacam-macam sektor, mulai dari rumah tangga, industri, komersial, hingga instansi pemerintahan.
Kelompoknya kemudian berupaya memproyeksikan kebutuhan energi listrik antara tahun 2025 sampai 2034 dengan mengacu pada tren peningkatan itu.
Berdasarkan temuan penelitian, mereka menawarkan dua bentuk skenario.
Pertama, mengikuti program transisi energi pemerintah dengan mengoptimalkan seluruh potensi energi terbarukan serta menghentikan pemakaian energi fosil.
Kedua, memadukan energi fosil dengan energi terbarukan.
Melalui hasil penilaian, skenario kombinasi dinilai lebih logis untuk diterapkan dalam jangka menengah.
Hal ini menunjukkan bahwa operasional pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil tidak bisa dihentikan seketika secara menyeluruh, namun dapat dikurangi bertahap melalui target bauran 50 persen energi terbarukan dan 50 persen energi fosil.
Studi ini tidak sekadar menjadi karya akademis semata, tetapi juga diharapkan dapat diimplementasikan sebagai ringkasan kebijakan untuk pemda Sulawesi Selatan, Kementerian ESDM, beserta anggota DPR.
Melalui dukungan data dan pemodelan sistem yang komprehensif, luaran riset ini dapat dijadikan fondasi tata kelola energi yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.
Keberhasilan kelompok MeTSi ini mencerminkan kapabilitas para mahasiswa UGM dalam menghasilkan riset yang selaras dengan kebutuhan pembangunan sektor energi nasional.
Prestasi itu sekaligus memperkuat reputasi UGM sebagai institusi pendidikan yang konsisten berkontribusi menghadirkan solusi berbasis sistem untuk menjawab tantangan energi di tingkat global.
Ajang IEOM Conference itu sendiri merupakan sebuah forum internasional terkemuka yang menghimpun kalangan akademisi, peneliti, maupun praktisi dari berbagai penjuru dunia.
Pencapaian insan muda UGM di tingkat dunia ini diharapkan dapat memacu motivasi mahasiswa lainnya untuk terus melahirkan inovasi, kontribusi nyata, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung global.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












