Senin, 18 Mei 2026

Kementerian Vietnam Setujui Tarif Maksimum Listrik Air 2026

Kementerian Vietnam Setujui Tarif Maksimum Listrik Air 2026
Harga Maksimum Pembangkitan Listrik Tenaga Air. (Sumber Foto: NET)

HANOI - Kementerian Perindustrian dan Perdagangan baru saja menerbitkan Keputusan No. 1127/QD-BCT yang meresmikan kerangka harga pembangkitan listrik untuk pembangkit listrik tenaga air pada tahun 2026.

Berdasarkan keputusan resmi tersebut, batas harga pembangkitan listrik tenaga air untuk periode tahun 2026 dipatok mulai dari 0 sampai 1.110 VND/kWh.

Nominal tersebut tercatat belum memasukkan pajak sumber daya air, biaya layanan lingkungan hutan, biaya hak eksploitasi sumber daya air, serta pajak pertambahan nilai.

Baca Juga

Ekspansi Global, Pertamina NRE Incar Proyek Surya di Bangladesh

Skema harga pembangkitan listrik ini diaplikasikan bagi pembangkit listrik tenaga air sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran No. 09/2025/TT-BCT dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan terkait berkas, prosedur, beserta metode penetapan dan pengesahan kerangka harga pembangkitan listrik; yang selanjutnya diubah dan disempurnakan lewat Surat Edaran No. 54/2025/TT-BCT.

Regulasi tersebut dikeluarkan dengan merujuk pada rekomendasi Grup Kelistrikan Vietnam dalam dokumen No. 2294/EVN-KDMB? tertanggal 22 April 2026, ditambah usulan dari Direktur Departemen Kelistrikan.

Menurut paparan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, lewat kerangka harga pembangkitan listrik yang telah disahkan ini, Vietnam Electricity Group bersama unit-unit pembangkit listrik akan melangsungkan negosiasi sekaligus menyepakati kontrak jual beli listrik yang selaras dengan ketentuan perundang-undangan terkait tata cara penentuan harga jasa pembangkitan listrik dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Penerbitan kerangka harga pembangkitan listrik tahunan ini berfungsi sebagai pedoman bagi para pihak terkait untuk menyusun skema penentuan tarif listrik dalam perjanjian pembelian tenaga listrik, sekaligus menyokong terwujudnya transparansi dalam aktivitas pasar listrik.

Di tengah lonjakan permintaan listrik yang terus berjalan, terutama sepanjang musim kering 2026, energi air akan tetap mengemban peran penting dalam menyalurkan daya ke jaringan listrik nasional.

Kendati demikian, volume pemanfaatan tenaga air ini sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrologi pada waduk-waduk serta manajemen pengaturan air guna memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sektor produksi.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pertamina NRE Gandeng CUSP Bangladesh Dorong Transisi Energi

Pertamina NRE Gandeng CUSP Bangladesh Dorong Transisi Energi

Blokade Minyak AS Perparah Krisis Energi Nasional di Negara Kuba

Blokade Minyak AS Perparah Krisis Energi Nasional di Negara Kuba

Pakar SCU Desak Pembatasan PLTU di Jateng dan Beralih ke EBT

Pakar SCU Desak Pembatasan PLTU di Jateng dan Beralih ke EBT

Kemenperin-Perdagangan Tetapkan Tarif Baru PLTA 2026

Kemenperin-Perdagangan Tetapkan Tarif Baru PLTA 2026

Sinergi PLN-Pemkab Sambas Percepat Pertanian Modern Berkelanjutan

Sinergi PLN-Pemkab Sambas Percepat Pertanian Modern Berkelanjutan