Sinergi PLN-Pemkab Sambas Percepat Pertanian Modern Berkelanjutan
- Senin, 18 Mei 2026
SAMBAS - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang bersama Pemerintah Kabupaten Sambas memperkuat kemitraan guna mengakselerasi program Electrifying Agriculture dalam rangka mewujudkan pertanian modern yang produktif, hemat, dan berkelanjutan.
Langkah nyata ini diawali lewat koordinasi strategis antara PLN UP3 Singkawang dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sambas terkait rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan energi listrik di sektor pertanian.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sambas pada Senin (11/5) menjadi titik awal penguatan sinergi penggunaan setrum untuk sistem pompanisasi, pemrosesan hasil panen, hingga fasilitas produksi modern.
Baca JugaEkspansi Global, Pertamina NRE Incar Proyek Surya di Bangladesh
Sebagai pilar utama ketahanan pangan di Kalimantan Barat, Sambas memiliki potensi besar dalam memajukan pertanian berbasis teknologi, di mana PLN siap memfasilitasi solusi kelistrikan demi menggenjot produktivitas para petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Apriadi, memberikan apresiasi atas langkah kolaboratif PLN dalam menyokong modernisasi sektor pertanian di wilayahnya.
“Kami menyambut baik rencana kolaborasi bersama PLN dalam penguatan elektrifikasi sektor pertanian di Kabupaten Sambas. Pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan pompanisasi maupun pengolahan hasil pertanian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung produktivitas petani, serta mendorong pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menekankan bahwa PLN berkomitmen menyediakan pasokan listrik andal yang menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor produktif warga.
“PLN UP3 Singkawang siap mendukung transformasi pertanian modern melalui pemanfaatan energi listrik yang efisien, andal, dan berkelanjutan. Melalui sinergi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, kami ingin memastikan kebutuhan listrik sektor pertanian dapat terpenuhi secara optimal untuk mendukung pompanisasi, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan usaha tani yang lebih produktif. Kami berharap kolaborasi ini dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Made.
Pada kesempatan lain, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan bahwa program Electrifying Agriculture merupakan langkah strategis PLN dalam menyokong ketahanan pangan nasional serta perekonomian daerah.
“PLN berkomitmen memperluas pemanfaatan energi listrik pada sektor produktif, termasuk pertanian, sebagai bagian dari transformasi energi nasional. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN ingin menghadirkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi bersama pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk mempercepat elektrifikasi pertanian dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkap Maria.
Maria mengimbuhkan, penguatan elektrifikasi di sektor ini diproyeksikan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi warga sekaligus menciptakan peluang usaha tani yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui kemitraan antara PLN dan Pemkab Sambas, program Electrifying Agriculture diharapkan mampu memperkokoh produktivitas, menaikkan nilai tambah, serta menyokong ketahanan pangan yang berkelanjutan
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












