Rabu, 13 Mei 2026

Pertamina Edukasi Pelajar Terkait Transisi Energi Melalui Program SEB

Pertamina Edukasi Pelajar Terkait Transisi Energi Melalui Program SEB
Pertamina memasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di salah satu sekolah melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB). (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana untuk memperluas cakupan program Sekolah Energi Berdikari (SEB) yang bertujuan memperkenalkan transisi energi kepada generasi muda. Mempertimbangkan masa depan energi di tingkat nasional maupun global, Pertamina merasa bertanggung jawab untuk menyebarluaskan pergeseran paradigma dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT) kepada para pelajar sejak usia dini.

"Keniscayaan akan terjadi di masa yang akan datang. Jumlah penduduk akan semakin banyak, fosil semakin sedikit dan semakin kompetitif. Kompetitif dalam artian semua negara sekarang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan energi tersebut, sehingga menjadikan ada potensi eskalasi ke depan," ujar VP CSR SMEPP Management PT Pertamina, Rudi Ariffianto setelah Talkshow Tumbuh Lestari, Bijak Berenergi di SMAN 40 Jakarta, Senin (11/5/2026).

Hingga saat ini, program SEB telah menjangkau 23 sekolah di berbagai wilayah Indonesia dan berencana menambah jangkauan ke 10 sekolah lagi. Penambahan jumlah sekolah ini dilakukan seiring dengan adanya lonjakan minat pelajar terhadap Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang mencapai angka 80-90 persen.

Baca Juga

Kebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU

Rudi berharap agar program SEB ini dapat direplikasi oleh perusahaan lain ataupun sekolah yang terafiliasi dengan pemerintah, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. "Mungkin kalau itu direpetisi, tingkat literasi siswa kami terhadap STEM itu akan melonjak. Nah itu yang kami harapkan," tutur Rudi.

Di samping energi fosil, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan perlu dikelola secara optimal. Melalui SEB, Pertamina berupaya menanamkan kesadaran mengenai masa depan serta potensi EBT kepada kaum muda. Terlebih, Pertamina tengah menjalankan strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy), yakni tetap memproduksi energi fosil untuk kebutuhan saat ini sembari meningkatkan bauran EBT secara bertahap.

"Kami perkenalkan kepada adik-adik siswa-siswa. 20 tahun yang akan datang mereka akan menjadi penentu kebijakan. Tidak hanya sebagai penikmat dari energi. Bisa jadi mereka adalah regulator atau pelaku dari industri itu sendiri di bidang energi, sehingga ini kemudian perlu kami tanamkan," ucapnya.

Pertamina sendiri telah membangun ekosistem energi bersih lewat berbagai produk bahan bakar nabati (biofuel), seperti biogasoline, biodiesel, dan bioavtur. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan listrik berbasis EBT, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), panas bumi (PLTP), mikrohidro (PLTMH), dan bayu (PLTB).

"Kami kaya sekali dan harus diperkenalkan itu di SEB sebagai sebuah kekayaan masa depan yang pelajar SMA inilah yang akan menjadi pemangkunya. Nah, harapannya, setelah mereka duduk ya sebagai orang-orang yang memang sudah memiliki nih ya maturity untuk sebagai regulator dan lain-lain, dengan peran-peran mereka masing-masing, mereka sudah tidak lagi gagap tentang transisi energi ya," ujar Rudi.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Simpan BBM guna Transisi Energi

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Simpan BBM guna Transisi Energi

Kebijakan Cofiring Biomassa Diperkirakan Hanya Perpanjang Umur PLTU

Kebijakan Cofiring Biomassa Diperkirakan Hanya Perpanjang Umur PLTU

PLN IP Integrasikan PLTS dengan Pasar Karbon Lewat Strategi Beyond kWh

PLN IP Integrasikan PLTS dengan Pasar Karbon Lewat Strategi Beyond kWh

PIS Sukses Reduksi 51 Ribu Ton Emisi Karbon, Lampaui Target 2024

PIS Sukses Reduksi 51 Ribu Ton Emisi Karbon, Lampaui Target 2024