PLN IP Integrasikan PLTS dengan Pasar Karbon Lewat Strategi Beyond kWh
- Rabu, 13 Mei 2026
JAKARTA – PT PLN Indonesia Power tengah memperluas jangkauan transformasi bisnis energi bersih melalui kombinasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mekanisme perdagangan karbon di tingkat internasional.
Langkah ini direalisasikan melalui penandatanganan Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) bersama DevvStream Inc. Upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan portofolio bisnis ‘beyond kWh’ yang bertumpu pada solusi solar PV.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah tahapan strategis bagi perusahaan dalam menyatukan proyek PLTS dengan proses monetisasi karbon di pasar dunia.
Baca JugaKebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU
"Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi PLN IP dalam mengintegrasikan pengembangan PLTS dengan skema monetisasi karbon global," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (11/5).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bernadus bersama CEO DevvStream Corp, Sunny Trinh, di Jakarta pada Selasa (5/2).
Dalam kemitraan ini, PLTS yang dibangun menggunakan sistem off-grid untuk mencukupi kebutuhan internal pelanggan sehingga tidak terhubung ke jaringan listrik utama.
Skema tersebut dijalankan dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku pada sektor lingkungan hidup serta perdagangan karbon.
Melalui proyek ini, PLN Indonesia Power akan memproduksi sertifikat pengurangan emisi atau Verified Emission Reduction (VER) dari berbagai proyek PLTS di tanah air. Sertifikat itu selanjutnya bakal dipasarkan melalui DevvStream selaku mitra internasional perusahaan.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












