Rabu, 21 Januari 2026

Saham Emiten Emas Menguat Seiring Lonjakan Harga Emas Dunia Mendekati Rekor

Saham Emiten Emas Menguat Seiring Lonjakan Harga Emas Dunia Mendekati Rekor
Saham Emiten Emas Menguat Seiring Lonjakan Harga Emas Dunia Mendekati Rekor

JAKARTA - Pergerakan harga emas dunia kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah nilainya melonjak tajam dan nyaris menembus level psikologis baru. 

Kenaikan harga logam mulia tersebut tak hanya mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap aset lindung nilai, tetapi juga memberi dampak langsung pada performa saham emiten tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejumlah saham berbasis emas terpantau melanjutkan tren penguatan seiring sentimen positif dari pasar global.

Lonjakan harga emas terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral Amerika Serikat. Kondisi ini mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset aman, sekaligus meningkatkan minat terhadap saham-saham yang memiliki keterkaitan langsung dengan komoditas tersebut.

Baca Juga

Rekomendasi Saham dan Arah Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 21 Januari 2026

Harga Emas Dunia Naik Tajam di Pasar Spot dan Berjangka

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,13 persen atau naik 101,49 poin ke level US$4.864,92 per troy ounce. Kenaikan tersebut membuat harga emas dunia semakin dekat dengan level US$4.900 per troy ounce, yang menjadi salah satu titik tertinggi sepanjang sejarah.

Penguatan serupa juga terjadi pada emas berjangka Comex Amerika Serikat kontrak Februari 2026. Harga kontrak tersebut terpantau naik 2,10 persen ke posisi US$4.865,70 per troy ounce. Kenaikan harga emas secara serentak di pasar spot dan berjangka menunjukkan kuatnya sentimen bullish yang tengah menguasai pasar komoditas logam mulia.

Kondisi ini menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten yang bergerak di sektor pertambangan emas dan logam mulia, terutama di tengah meningkatnya minat investor terhadap instrumen yang dinilai lebih aman.

Saham ANTM, MDKA, dan ARCI Kompak Melanjutkan Penguatan

Seiring kenaikan harga emas dunia, perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 21 Januari 2026 mencatatkan penguatan lanjutan pada sejumlah saham emiten emas. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan harga sebesar 3,74 persen ke level Rp3.330 per saham.

Di posisi berikutnya, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 3,40 persen menuju Rp4.260 per saham. Kinerja positif juga ditunjukkan oleh saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) yang naik 1,98 persen menjadi Rp2.060 per saham.

Selain itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) turut menguat 1,53 persen ke level Rp665. Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,66 persen ke posisi Rp7.675 per saham.

Penguatan serentak ini mencerminkan respons positif pasar terhadap prospek kinerja emiten emas yang dinilai akan semakin solid seiring tren kenaikan harga komoditas emas global.

Emiten Emas Jadi Penopang IHSG pada Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 20 Januari 2026, saham-saham emiten emas juga berperan penting dalam menopang laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saat itu, IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,01 persen atau naik 0,82 poin ke level all-time high baru di posisi 9.134,70.

Pada hari tersebut, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (EMAS) mencatatkan lonjakan tertinggi dengan kenaikan mencapai 18,18 persen ke level Rp6.500 per saham. Kinerja impresif ini diikuti oleh saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang menguat 6,50 persen ke posisi Rp1.310 per saham.

Performa positif saham-saham tersebut menunjukkan bahwa sektor emas masih menjadi salah satu motor penggerak pasar saham, terutama ketika sentimen global dipenuhi ketidakpastian.

Prospek Harga Emas Global Dinilai Masih Sangat Kuat

Analis Riset MNC Sekuritas, Raka Junico, menilai bahwa harga emas global masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan hingga tahun fiskal 2026. Menurutnya, prospek tersebut didorong oleh sejumlah faktor fundamental, termasuk langkah akumulasi emas oleh bank sentral serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve atau The Fed.

“Emas berhasil mempertahankan momentum penguatannya yang didorong oleh permintaan struktural jangka panjang, ketidakpastian global, serta bias pelemahan dolar AS,” ujar Raka.

Ia menambahkan bahwa ketidakpastian makroekonomi global masih menjadi katalis utama yang menjaga tren bullish harga emas. Pasar saat ini juga menaruh ekspektasi bahwa The Fed akan mengambil sikap yang lebih dovish dalam waktu mendatang.

“Kami mengantisipasi kemungkinan reaktivasi quantitative easing serta pemotongan suku bunga kumulatif sekitar 75 basis poin oleh The Fed,” ucapnya.

Proyeksi Harga Emas hingga Tahun Fiskal 2026

Dalam skenario dasar yang disusun oleh MNC Sekuritas, harga emas diproyeksikan dapat bergerak hingga level US$4.800 per troy ounce pada tahun fiskal 2026. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi kondisi makroekonomi global yang masih penuh kehati-hatian, serta aksi pembelian emas oleh bank sentral dunia yang terus berada di atas tren normal.

Dengan kondisi tersebut, saham-saham emiten emas diperkirakan masih berpotensi mendapatkan sentimen positif dalam jangka menengah hingga panjang. Kenaikan harga emas dunia tidak hanya memperbaiki prospek pendapatan perusahaan, tetapi juga meningkatkan daya tarik sektor ini di mata investor yang mencari stabilitas di tengah volatilitas pasar.

Tren penguatan harga emas dan saham emiten terkait menunjukkan bahwa logam mulia masih memainkan peran strategis sebagai instrumen lindung nilai sekaligus pendorong kinerja pasar modal nasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BEI Tegaskan Larangan Poles Aset Jelang IPO Demi Transparansi Pasar

BEI Tegaskan Larangan Poles Aset Jelang IPO Demi Transparansi Pasar

Lelang SUN Awal 2026 Raup Penawaran Rp82,9 Triliun dari Investor

Lelang SUN Awal 2026 Raup Penawaran Rp82,9 Triliun dari Investor

Asei Siapkan Strategi Jaga Laba Berkelanjutan di Tengah Tantangan 2026

Asei Siapkan Strategi Jaga Laba Berkelanjutan di Tengah Tantangan 2026

OJK dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penanganan Perkara Keuangan Nasional

OJK dan Kejaksaan RI Perkuat Sinergi Penanganan Perkara Keuangan Nasional

Menkeu Purbaya Siap Evaluasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pekan Depan

Menkeu Purbaya Siap Evaluasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pekan Depan