DKI Jakarta Resmi Tambah 32 Bus Sekolah Gratis Ramah Disabilitas untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:15:41 WIB
DKI Jakarta Resmi Tambah 32 Bus Sekolah Gratis Ramah Disabilitas untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

JAKARTA - Upaya menghadirkan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh warga terus diperkuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah satu langkah nyata terbaru ditunjukkan melalui peluncuran armada bus sekolah gratis yang dirancang khusus ramah disabilitas. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan layak menuju sekolah.

Peluncuran 32 bus sekolah ramah disabilitas tersebut dilakukan di halaman Balai Kota Jakarta pada Rabu pagi. Armada baru ini menambah layanan angkutan sekolah gratis yang sebelumnya telah beroperasi dan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta didik di berbagai wilayah Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa tambahan armada ini akan digunakan untuk melayani hingga puluhan ribu siswa, sekaligus membuka dan memperluas jangkauan rute angkutan sekolah ramah disabilitas.

“Pada hari ini Pemerintah DKI Jakarta kembali meluncurkan angkutan sekolah ramah disabilitas. Kita luncurkan 32 bus yang akan melayani lima rute baru dan menambah lima rute yang sudah ada sebelumnya,” katanya.

Perluasan Layanan untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Dengan bertambahnya 32 unit bus sekolah ramah disabilitas, Pemprov DKI Jakarta berharap mobilitas siswa berkebutuhan khusus menuju dan dari sekolah dapat berlangsung lebih mudah dan aman. Menurut Pramono, fasilitas transportasi yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung proses belajar-mengajar, khususnya bagi siswa penyandang disabilitas yang membutuhkan perlakuan dan sarana khusus.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan bus ini tidak hanya membantu orang tua dalam hal transportasi, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa. Dengan armada yang dirancang khusus, risiko hambatan fisik maupun keselamatan selama perjalanan dapat diminimalkan.

Program ini, lanjut Pramono, merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali. Akses pendidikan yang setara menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif.

“Jakarta sebagai kota global dan inklusif harus menjadi kota yang ramah disabilitas. Mudah-mudahan fasilitas bus ini bisa membantu anak-anak kita untuk meraih cita-citanya,” ujar Pramono.

Penambahan Armada dan Pembukaan Rute Baru

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa penambahan armada bus sekolah ramah disabilitas dilakukan melalui pengadaan 32 unit bus baru. Armada tersebut terdiri dari 13 mikro bus dan 19 bus berukuran medium.

Seluruh bus telah dipersiapkan untuk mendukung pembukaan lima rute baru yang sebelumnya telah melewati tahap uji coba operasional. Selain membuka rute baru, kehadiran armada tambahan ini juga memperkuat layanan pada rute-rute yang telah berjalan sebelumnya.

Penambahan rute ini ditujukan untuk menjangkau lima sekolah luar biasa (SLB) tambahan yang tersebar di berbagai wilayah DKI Jakarta. Dengan demikian, peserta didik penyandang disabilitas memiliki akses transportasi yang lebih luas, aman, dan nyaman untuk menuju sekolah.

Daftar Rute Baru Bus Sekolah Ramah Disabilitas

Adapun lima rute baru angkutan sekolah ramah disabilitas yang dilayani oleh armada tambahan ini meliputi beberapa kawasan strategis di Jakarta. Rute tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik dan lokasi sekolah yang menjadi tujuan utama.

Rute baru yang diluncurkan antara lain Rute Reguler 32 Yayasan Pendidikan Anak Cacat–Ciledug, Rute Zonasi 12 Rusun Rawa Bebek–Rorotan, Rute Zonasi 16 BNN Cawang–Cipinang via Jatinegara, Rute Zonasi 17 Kampung Rambutan–Lebak Bulus, serta Rute Zonasi 18 Permata Hijau–Lebak Bulus.

Dengan bertambahnya rute ini, jangkauan layanan bus sekolah ramah disabilitas diharapkan semakin merata dan mampu menjawab kebutuhan transportasi siswa di wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.

Fasilitas Khusus untuk Kenyamanan dan Keamanan

Setiap bus sekolah ramah disabilitas yang dioperasikan Pemprov DKI Jakarta dilengkapi dengan fasilitas khusus yang dirancang untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan siswa penyandang disabilitas. Salah satu fasilitas utama adalah lift kursi roda yang memudahkan siswa naik dan turun dari bus.

Syafrin Liputo menjelaskan bahwa bus medium memiliki kapasitas empat kursi roda dan sembilan kursi penumpang. Sementara itu, mikro bus disiapkan dengan kapasitas dua kursi roda dan tujuh kursi penumpang.

Selain fasilitas fisik, setiap armada juga dilengkapi pengemudi dan awak pendamping yang telah disiapkan untuk membantu siswa selama perjalanan. Awak bus bertugas membantu proses naik-turun penumpang serta mengoperasikan lift kursi roda agar perjalanan berlangsung aman dan tertib.

“Di dalam bus ada pengemudi dan awak yang membantu siswa naik-turun serta mengoperasikan lift kursi roda,” katanya.

Komitmen Jakarta sebagai Kota Inklusif

Peluncuran 32 bus sekolah gratis khusus disabilitas ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membangun sistem transportasi publik yang inklusif dan berkeadilan. Program angkutan sekolah ramah disabilitas tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana transportasi, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Dengan layanan gratis, rute yang terus diperluas, serta fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, Pemprov DKI berharap kesenjangan akses pendidikan dapat terus ditekan. Ke depan, pemerintah daerah juga membuka peluang pengembangan layanan serupa agar semakin banyak siswa berkebutuhan khusus yang merasakan manfaatnya.

Melalui langkah ini, Jakarta menegaskan posisinya sebagai kota yang berupaya memberikan ruang dan kesempatan setara bagi seluruh warganya, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.

Terkini