Jumat, 22 Mei 2026

Bahlil Kecam Birokrasi Lambat yang Hambat Investasi Migas

Bahlil Kecam Birokrasi Lambat yang Hambat Investasi Migas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat membuka IPA Convex 2026 di ICE BSD. (Sumber Foto: money.kompas.com)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengkritik birokrasi di sektor minyak dan gas yang dianggap masih menghambat jalannya investasi serta pembangunan proyek energi dalam negeri. 

Menteri ESDM mendesak agar setiap mekanisme perizinan dan aturan segera dipangkas demi memuluskan pencapaian target kenaikan produksi minyak nasional.

“Saya minta kepada teman-teman SKK Migas, kalau ada yang masih lambat di bawah ganti orangnya, jangan bikin pusing,” kata Bahlil dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga

Strategi Perluasan TOWR: Fokus ke Pusat Data dan Energi Terbarukan

Menteri ESDM menyebutkan bahwa pihak pemerintah sebenarnya sudah menempuh bermacam pembenahan aturan demi melancarkan investasi di bidang migas. Kendati demikian, kendala dalam tataran eksekusi di lapangan dianggap masih kerap ditemukan.

“Ini kata Bapak Presiden Prabowo itu deep state,” ujar dia.

Dipaparkan oleh Bahlil, sistem birokrasi yang berbelit-belit menjadikan aktivitas penanaman modal melambat sekaligus menurunkan ketertarikan para investor untuk menanamkan modal di sektor migas tanah air.

“Investor ini pemain di K3S, di hulu migas ini risikonya besar. Jangan dipersulit. Dipermudah,” kata Bahlil.

Bahlil tidak sekadar menyentil persoalan birokrasi, namun dirinya turut mengecam adanya tindakan lobi-lobi rahasia dalam tata kelola wilayah kerja migas. Dia menegaskan bahwa pemerintah bakal menggelar lelang untuk 118 blok migas anyar secara transparan tanpa jalur kesepakatan tertutup.

“Tidak perlu nego-nego di belakang meja,” ujar dia.

Bahlil berpendapat bahwa sistem penanaman modal wajib dilaksanakan secara lebih akuntabel supaya pengerjaan proyek migas dapat berputar lebih gesit. Dirinya pun menyentil struktur birokrasi berjenjang yang dianggap kerap memperlama pengambilan kebijakan di area operasional.

“Yang biasa bikin kacau ini koordinator, subkoordinator, verifikator,” kata Bahlil.

Oleh sebab itu, pihak pemerintah mengimbau kepada segenap elemen untuk menyokong akselerasi investasi migas demi mengejar target kenaikan lifting minyak menuju angka 1 juta barel per hari pada periode 2029-2030 mendatang.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Waka MPR Diskusikan Investasi EBT Bersama Petinggi Temasek

Waka MPR Diskusikan Investasi EBT Bersama Petinggi Temasek

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Pemprov NTB Melebarkan Kerja Sama dan Kembangkan Energi Terbarukan

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Eramet Memprediksi Konsumsi Nikel Baterai Naik 218 Persen pada 2035

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Harga Baterai dan PLTS Turun, Pelaksanaan Proyek Jadi Kunci

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru

Cadangan Tersisa 3 Juta Ton, Mitrabara Siap Mencaplok Tambang Baru