Sabtu, 09 Mei 2026

Rakernas ADPMET 2026: Al Haris Soroti Keadilan Fiskal Daerah Migas

Rakernas ADPMET 2026: Al Haris Soroti Keadilan Fiskal Daerah Migas
Gubernur Al Haris mendorong peningkatan lifting minyak dan keadilan fiskal bagi daerah penghasil migas dalam Rakernas ADPMET 2026 di Jambi.

JAMBI - Provinsi Jambi resmi menjadi tuan rumah pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026. Gubernur Jambi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum ADPMET, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., membuka secara resmi agenda tersebut di Swiss-Belhotel Jambi pada Kamis (7/5/2026) pagi.

Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakotani, S.H., M.Si., para bupati anggota ADPMET, serta jajaran pengurus asosiasi lainnya.

Membawa tema “Memperkuat Fiskal dan Integrasi Sumur Tua, Sumur Masyarakat, Idle Field, serta Pengembangan Modular Refinery”, rakernas ini ditargetkan menghasilkan rekomendasi nyata bagi daerah penghasil migas serta energi terbarukan.

Baca Juga

Pertamina dan Halliburton Percepat Digitalisasi Hulu Migas Nasional

“Tema ini bukan wacana belaka, tetapi kebutuhan mendesak,” tegas Al Haris di hadapan para peserta.

Al Haris menekankan bahwa kondisi geopolitik global yang mengganggu pasokan minyak dunia harus dijadikan momentum bagi Indonesia, terutama Jambi, untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam domestik.

“Perang dunia mengganggu pasokan minyak internasional, tetapi sumber daya kami di Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Al Haris menyoroti masalah dana bagi hasil (DBH) migas yang dianggap masih membatasi ruang fiskal bagi daerah penghasil.

“DBH migas merupakan tulang punggung penerimaan daerah, tetapi skema pemotongan saat ini membatasi ruang fiskal kami,” katanya.

Ia menyatakan perlunya penyesuaian yang proporsional dengan mempertimbangkan kontribusi nyata daerah, termasuk efek sosial, ekonomi, serta lingkungan. Peningkatan lifting minyak menjadi target utama karena berdampak langsung pada kenaikan DBH yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dan belanja publik.

Al Haris juga mendorong pemanfaatan sumur tua, sumur masyarakat, hingga idle field guna mendongkrak produksi minyak nasional dan kesejahteraan daerah.

“Ini merupakan sumber daya nyata untuk meningkatkan produksi nasional dan ekonomi daerah. Dibutuhkan kebijakan adaptif serta kemitraan yang sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan pentingnya pengembangan modular refinery atau kilang mini di mulut tambang agar daerah penghasil bisa berkembang secara ekonomi.

“Daerah jangan hanya menjadi lokasi eksploitasi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan energi baru,” tambahnya.

Selanjutnya, Al Haris mengajak seluruh anggota ADPMET untuk memperjuangkan tambahan DBH transisi energi, alokasi gas daerah, hak kelola sumur tua, hingga insentif carbon capture. Lewat ADPMET, Jambi berkomitmen meningkatkan lifting minyak, mengembangkan energi bersih, serta melibatkan UMKM dan perbankan daerah dalam rantai pasok energi.

“Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan semua pihak, Jambi siap menjadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah badai geopolitik,” tutupnya.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KTT BIMP-EAGA: Prabowo Tantang ASEAN Percepat Transisi Energi Bersih

KTT BIMP-EAGA: Prabowo Tantang ASEAN Percepat Transisi Energi Bersih

METI: Transisi Energi Adalah Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Nasional

METI: Transisi Energi Adalah Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru Nasional

Pemerintah Kaji CNG Jadi Alternatif Pengganti LPG untuk Dapur

Pemerintah Kaji CNG Jadi Alternatif Pengganti LPG untuk Dapur

Pasar Baterai RI Diprediksi Tumbuh 23,7 Persen Hingga Tahun 2030

Pasar Baterai RI Diprediksi Tumbuh 23,7 Persen Hingga Tahun 2030

SKK Migas & ExxonMobil Tahan Penurunan Produksi Lapangan Banyu Urip

SKK Migas & ExxonMobil Tahan Penurunan Produksi Lapangan Banyu Urip