Pasar Baterai RI Diprediksi Tumbuh 23,7 Persen Hingga Tahun 2030
- Jumat, 08 Mei 2026
JAKARTA – Di tengah percepatan transisi energi dunia, posisi Indonesia kini bertransformasi dari sekadar penyedia bahan baku menjadi salah satu pusat rantai pasok kendaraan listrik serta penyimpanan energi di Asia. Kondisi ini dipicu oleh peran baterai yang kini menjadi fondasi krusial bagi masa depan energi nasional, didukung oleh cadangan nikel nasional yang mencapai kisaran 1,6 juta ton.
Isu terkait baterai sebagai media penyimpan energi juga didorong oleh kenaikan investasi pada sektor kendaraan listrik dan battery energy storage system (BESS). Saat ini, Indonesia telah memantapkan diri sebagai salah satu aktor utama dalam rantai pasok baterai lithium-ion global.
Selain itu, pasar baterai di tanah air pada tahun 2024 mencatatkan nilai sekitar 1,45 miliar dollar AS dan diproyeksikan terus tumbuh hingga tahun 2030 dengan peningkatan sebesar 23,7%. Di sisi lain, pasar BESS diperkirakan melonjak dari 4,36 miliar dollar AS menjadi 15,82 miliar dollar AS pada tahun 2032 mendatang. Terkait kebijakan nasional, pemerintah fokus pada transisi energi melalui percepatan target pembangunan PLTS sebesar 100 Gigawatt.
Baca JugaPertamina dan Halliburton Percepat Digitalisasi Hulu Migas Nasional
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menjelaskan bahwa transisi energi di Indonesia dapat menjadi momentum penting bagi pembangunan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
"Saat ini kami memiliki hampir 148 juta tenaga kerja, yang mana 60% itu berada di sektor informal. Kami butuh industri dan manufaktur sebagai penyerap tenaga kerja terbaik. Tenaga kerja terampil, terdidik, terbaik itu penyerapannya adalah di sektor formal. Nah, industri dan manufaktur yang akan tumbuh dan hidup, berkembang. Karena adanya transisi energi ini, dengan hadirnya green manufacturing, green industries, dan green jobs, itu yang kami butuhkan," kata Eddy.
Berbagai pembahasan mendalam mengenai energi listrik dan baterai akan dikupas dalam ajang The Battery Show Asia - Indonesia 2026 yang digelar pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian Energy & Engineering (IEE) Series 2026.
Sejumlah pelaku industri dari rantai pasok baterai akan hadir dalam pameran dan forum ini, mulai dari produsen sel baterai, battery pack assemblers, sistem manajemen baterai (BMS), energy storage system, hingga solusi energi terbarukan.
"Mereka adalah investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset. Sementara, asosiasi yang terlibat adalah Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) dan National Battery Research Institute (NBRI). Pada forum diskusi akan dibahas topik investasi, efisiensi produksi, keamanan baterai, serta kesiapan sumber daya manusia. Salah satu topik menarik yang akan dikupas adalah, pengelolaan dan regulasi dari pengelolaan sampah baterai di Indonesia," ujar Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito, selaku penyelenggara.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












