Prajogo Pangestu Kembali Tambah Saham BREN, Kepemilikan Naik Sejuta Lembar
- Senin, 19 Januari 2026
JAKARTA - Kepercayaan investor utama terhadap prospek emiten energi terbarukan kembali tercermin di awal tahun 2026.
Konglomerat Prajogo Pangestu tercatat melanjutkan langkah akumulasi saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dengan menambah kepemilikan secara bertahap di pasar reguler. Aksi ini mempertegas posisi Prajogo sebagai salah satu pemegang saham strategis di perusahaan energi hijau tersebut.
Sepanjang Januari 2026, Prajogo setidaknya telah dua kali melakukan transaksi pembelian saham BREN. Langkah terbaru dilakukan pada perdagangan Jumat, 15 Januari 2026, ketika ia membeli sebanyak 1 juta lembar saham. Pembelian ini dilakukan melalui beberapa kali transaksi dengan harga yang bervariasi, mencerminkan strategi akumulasi yang terukur di tengah dinamika pasar.
Baca JugaTabel KUR BRI 2026: Skema Pinjaman dengan Plafon Rp100–250 Juta dan Cicilan Terjangkau
Transaksi Bertahap Senilai Rp9,60 Miliar
Berdasarkan keterbukaan informasi, Prajogo Pangestu melakukan pembelian saham biasa BREN secara bertahap dengan total tujuh kali transaksi dalam satu hari perdagangan. Dari rangkaian transaksi tersebut, total dana yang dikeluarkan mencapai Rp9,60 miliar.
Dengan penambahan tersebut, kepemilikan saham Prajogo di BREN meningkat dari sebelumnya 139.789.700 lembar menjadi 140.789.700 lembar saham. Angka ini setara dengan porsi kepemilikan sekitar 0,105% dari total saham beredar. Dalam laporan resmi yang disampaikan manajemen BREN kepada otoritas bursa, disebutkan bahwa tujuan transaksi tersebut adalah untuk investasi pribadi.
Aksi ini juga melanjutkan pembelian sebelumnya yang dilakukan Prajogo pada perdagangan 13 Januari 2026. Saat itu, pria yang memiliki nama asli Phang Djoen Phen tersebut memborong sebanyak 1.330.000 saham BREN dengan kisaran harga Rp8.800 hingga Rp9.025 per saham.
Dampak Langsung ke Pergerakan Harga Saham
Penambahan kepemilikan saham oleh tokoh utama Grup Barito tersebut turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga saham BREN. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN ditutup di level Rp9.200 pada perdagangan Selasa (13/1). Sehari berselang, harga saham BREN menguat dan ditutup di posisi Rp9.650 per saham pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kenaikan harga ini menunjukkan bahwa pembelian saham oleh Prajogo Pangestu terjadi sebelum lonjakan harga, sehingga memberikan potensi keuntungan dari selisih harga. Dari 10 transaksi yang dilakukan pada 13 Januari, tercatat delapan transaksi berada di level harga di bawah Rp9.000 per saham.
Dengan asumsi seluruh saham yang diborong pada hari tersebut memiliki harga tertinggi Rp9.025 per saham, nilai portofolio Prajogo mengalami peningkatan signifikan seiring kenaikan harga saham ke level Rp9.650. Dalam hitungan satu hari perdagangan, potensi penambahan nilai kekayaan dari transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp831,25 juta.
Sinyal Kepercayaan Investor Utama
Aksi akumulasi saham oleh pemilik utama sering kali dipersepsikan sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan. Dalam konteks BREN, langkah Prajogo Pangestu dinilai mencerminkan keyakinan terhadap arah bisnis energi terbarukan yang tengah dikembangkan perusahaan tersebut.
Sebagai emiten yang bergerak di sektor energi bersih, BREN menjadi bagian dari strategi jangka panjang Grup Barito dalam mengembangkan portofolio bisnis berkelanjutan. Keputusan untuk terus menambah kepemilikan saham, meski dalam porsi relatif kecil, menunjukkan konsistensi investasi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain itu, keterlibatan langsung pemilik dalam transaksi pasar juga sering menjadi perhatian pelaku pasar karena dianggap mencerminkan pandangan internal terhadap valuasi saham di level harga tertentu.
Posisi Prajogo di Peta Orang Terkaya Dunia
Dalam catatan Forbes per 2025, Prajogo Pangestu tercatat sebagai orang terkaya nomor dua di Indonesia. Data Forbes per 18 Januari 2026 menyebutkan bahwa pria berusia 81 tahun tersebut memiliki total kekayaan mencapai US$34,4 miliar.
Dengan jumlah kekayaan tersebut, Prajogo Pangestu menempati peringkat ke-60 dalam daftar orang terkaya di dunia. Portofolio bisnisnya tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari petrokimia, kehutanan, hingga energi baru dan terbarukan.
Langkah akumulasi saham BREN yang kembali dilakukan pada awal 2026 ini menjadi bagian kecil dari keseluruhan aktivitas investasinya. Namun demikian, aksi tersebut tetap menarik perhatian pasar karena mencerminkan keberlanjutan strategi investasi jangka panjang yang dijalankan salah satu tokoh paling berpengaruh di pasar modal Indonesia.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Danantara Disiapkan Jadi Penggerak Investasi 2026, Kepastian Kebijakan Krusial
- Senin, 19 Januari 2026
Aktivasi BPJS Kesehatan Jadi Syarat Penting Perlindungan Jemaah Haji Indonesia
- Senin, 19 Januari 2026
PMI BI Kuartal IV/2025 Menguat, Sektor Manufaktur Belum Pulih Sepenuhnya
- Senin, 19 Januari 2026
SBN Tetap Jadi Pilar Utama Investasi Dana Pensiun Indonesia Tahun 2026
- Senin, 19 Januari 2026
Berita Lainnya
PMI BI Kuartal IV/2025 Menguat, Sektor Manufaktur Belum Pulih Sepenuhnya
- Senin, 19 Januari 2026
SBN Tetap Jadi Pilar Utama Investasi Dana Pensiun Indonesia Tahun 2026
- Senin, 19 Januari 2026
Update Harga Emas Antam Senin, 19 Januari 2026, Menguat Sentuh Rp 2,703 Juta per Gram
- Senin, 19 Januari 2026
Update Harga Emas Perhiasan Senin 19 Januari 2026 Stabil, Mulai Rp438 Ribu per Gram
- Senin, 19 Januari 2026









