Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Mentah Turun Seiring Dolar AS Menguat dan Permintaan Melambat

Harga Minyak Mentah Turun Seiring Dolar AS Menguat dan Permintaan Melambat
Harga Minyak Mentah Turun Seiring Dolar AS Menguat dan Permintaan Melambat

JAKARTA - Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 4 November 2025, terdorong oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan melemahnya indikator manufaktur yang menimbulkan kekhawatiran akan perlambatan permintaan.

Kondisi ini menimbulkan tekanan pada harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI), sementara keputusan OPEC+ menahan kenaikan produksi pada kuartal I 2026 turut mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap potensi kelebihan pasokan.

Dolar AS Menguat Membuat Minyak Lebih Mahal

Baca Juga

Kebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU

Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, menjelaskan bahwa tekanan pada harga minyak juga diperparah oleh koreksi pasar saham AS dan ketidakpastian akibat kemungkinan penutupan pemerintah. Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam empat bulan terhadap euro, memperkuat daya beli mata uang AS dan menambah beban bagi pembeli internasional.

Permintaan Global Diproyeksikan Masih Tumbuh Jangka Panjang

TotalEnergies memperkirakan permintaan minyak global akan terus meningkat hingga 2040 sebelum mengalami penurunan secara bertahap. Laporan prospek energi tahunan perusahaan menyoroti kekhawatiran keamanan energi dan kurangnya koordinasi politik yang memperlambat upaya global untuk mengurangi emisi.

Kebijakan Produksi OPEC+ Menjadi Faktor Penentu Pasokan

OPEC+ sebelumnya menyetujui peningkatan produksi minyak untuk Desember, namun menghentikan sementara kenaikan produksi untuk kuartal I 2026. Survei Reuters menunjukkan bahwa produksi minyak OPEC terus meningkat pada Oktober 2025, meski laju peningkatannya melambat dibandingkan dengan bulan-bulan musim panas.

Sanksi dan Geopolitik Berpengaruh terhadap Harga

Sanksi Amerika Serikat terhadap perusahaan energi Rusia sempat mendorong harga minyak, namun kini efeknya mulai memudar. Kepala Analis Komoditas SEB Research, Bjarne Schieldrop, menyatakan bahwa sanksi yang akan berlaku mulai 21 November kemungkinan besar akan kehilangan dampaknya seiring waktu.

Data Inventaris Minyak AS Menjadi Indikator Penting

Pelaku pasar menantikan data inventaris minyak mentah terbaru dari American Petroleum Institute (API). Survei awal Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS meningkat pada pekan terakhir, yang menjadi indikator penting untuk menilai keseimbangan pasokan dan permintaan.

Volatilitas Masih Tinggi, Strategi Pasar Tetap Diperhatikan

Kombinasi penguatan dolar AS, perlambatan sektor manufaktur, dan kebijakan produksi OPEC+ menciptakan tekanan menurun pada harga minyak global. Para pelaku pasar tetap waspada dan menunggu data terbaru untuk menentukan arah strategi perdagangan dan keputusan investasi di sektor energi.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Simpan BBM guna Transisi Energi

Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Simpan BBM guna Transisi Energi

Pertamina Edukasi Pelajar Terkait Transisi Energi Melalui Program SEB

Pertamina Edukasi Pelajar Terkait Transisi Energi Melalui Program SEB

Kebijakan Cofiring Biomassa Diperkirakan Hanya Perpanjang Umur PLTU

Kebijakan Cofiring Biomassa Diperkirakan Hanya Perpanjang Umur PLTU

PLN IP Integrasikan PLTS dengan Pasar Karbon Lewat Strategi Beyond kWh

PLN IP Integrasikan PLTS dengan Pasar Karbon Lewat Strategi Beyond kWh