Kim Jong Un Minta Militer Bangun Benteng di Batas Selatan

Senin, 18 Mei 2026 | 16:05:52 WIB
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un. (Sumber Foto: ANTARA.com)

JAKARTA - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan arahan kepada jajaran pejabat militer tinggi Korut untuk memperkuat unit-unit yang menempati posisi garis depan.

Ia mendesak para petinggi militer tersebut agar mengubah wilayah perbatasan bagian selatan menjadi 'benteng yang tak tertembus'. Disadur dari AFP yang melansir laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Senin (18/5/2026), perintah itu disampaikan oleh Kim Jong Un di tengah agenda rapat bersama para komandan divisi serta brigade dari seluruh matra angkatan darat pada hari Minggu.

"Kim mengemukakan rencana untuk memperkuat unit-unit garis depan dan unit-unit utama lainnya dalam aspek militer dan teknis sebagai keputusan penting untuk mencegah perang secara lebih menyeluruh," kata laporan itu.

Kim Jong Un menjelaskan bahwa langkah strategis dari angkatan darat akan diperbarui secara berkala. Di samping itu, Kim Jong Un mengimbuhkan bahwa perombakan dalam skala besar bakal diterapkan di setiap jenjang militer. 

"Ia menekankan bahwa para komandan di semua tingkatan militer harus terus meningkatkan kesadaran kelas dan pandangan mereka terhadap musuh bebuyutan," lapor KCNA, yang tampaknya merujuk pada Korea Selatan. Bukan hanya itu, Kim turut memerintahkan, "kebijakan pertahanan teritorial partai yang berkuasa untuk memperkuat unit-unit garis depan di perbatasan selatan dan mengubah garis perbatasan menjadi benteng yang tak tertembus". 

Instruksi tersebut muncul bersamaan dengan momen tibanya tim sepak bola wanita asal Korea Utara di Korea Selatan pada hari Minggu, yang menjadi penanda kunjungan pertama delegasi olahraga Korea Utara dalam kurun waktu hampir delapan tahun terakhir untuk menjalani laga semifinal Liga Champions Asia.

Kunjungan ini tetap berjalan meskipun hubungan bilateral antar-Korea masih berada di tingkat terendah, di mana pihak Pyongyang kedapatan terus mengabaikan tawaran berulang kali yang diajukan Seoul guna membuka dialog tanpa syarat.

Terkini