Kalbar Fokus Maksimalkan Potensi Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan
PONTIANAK - Pemprov Kalimantan Barat menegaskan tekadnya mendukung penguatan sistem manajemen perdagangan karbon di bidang kehutanan sebagai upaya strategis melawan perubahan iklim serta menciptakan celah ekonomi hijau yang berkelanjutan lewat pendayagunaan kekayaan hutan di wilayah tersebut.
"Peresmian Indonesia Forestry Carbon Hub merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perdagangan karbon nasional. Kalimantan Barat memiliki potensi hutan yang sangat besar sehingga ini menjadi peluang menghadirkan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat," kata dari Sumbernya di Pontianak, Selasa.
Dirinya mengungkapkan saat mendatangi agenda penyerahan Persetujuan Menteri Kehutanan terkait Perdagangan Karbon dan peresmian Indonesia Forestry Carbon Hub di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin kemarin, dirinya menerangkan Kalimantan Barat mempunyai wilayah hutan yang lebar sehingga berpotensi tinggi ikut serta dalam perwujudan sasaran pengurangan emisi tanah air melalui sistem perdagangan karbon yang dijalankan secara terbuka, jujur, serta berkesinambungan.
Dirinya menyatakan perdagangan karbon bukan cuma menjadi sarana perlindungan ekosistem, melainkan pula mampu menjadi sumber tambahan nilai ekonomi bagi daerah manakala pengaturan sumber daya alam dikerjakan secara berkelanjutan.
"Kami menyambut baik kehadiran Indonesia Forestry Carbon Hub. Ini menjadi instrumen penting untuk mentransformasi cara kami mengelola hutan, bukan hanya menjaga kelestariannya, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat dan daerah melalui mekanisme perdagangan karbon yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," tuturnya.
Dari Sumbernya menambahkan Pemprov Kalimantan Barat siap mempererat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat penerapan perdagangan karbon di daerah, mencakup pemberian kemudahan sistem izin sesuai aturan serta memastikan seluruh pihak usaha menaati standar keberlanjutan.
Dari Sumbernya memaparkan, dalam diskusi itu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan peluncuran Indonesia Forestry Carbon Hub menjadi era baru sistem tata kelola perdagangan karbon bidang kehutanan yang lebih terpadu, terbuka, dan mempunyai daya tawar di pasar internasional.
Menurut dirinya, bidang kehutanan mempunyai tugas vital dalam menyokong raihan sasaran Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) Indonesia maupun sasaran Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Lewat sistem digital itu, pemerintah juga berupaya memperbaiki kepercayaan data serapan karbon nasional sekaligus memperkecil risiko perhitungan ganda pada perdagangan karbon.
"Menhut mengatakan bahwa hutan Indonesia tidak hanya dipandang sebagai sumber kayu, tetapi juga sebagai aset ekonomi hijau yang mampu menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan bagi negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dari Sumbernya.