Kalbar Dukung Perdagangan Karbon Lewat Indonesia Forestry Carbon Hub

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 08 Juli 2026
Kalbar Dukung Perdagangan Karbon Lewat Indonesia Forestry Carbon Hub
Gubernur Kalbar Ria Norsan. (Sumber Foto: pontianakpost.jawapos.com)

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, dari Sumbernya, menegaskan tekad Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menyokong penguatan manajemen perdagangan karbon bidang kehutanan sebagai bagian dari langkah menghadapi perubahan iklim sekaligus memacu perkembangan ekonomi hijau.

Dedikasi tersebut diungkapkan dari Sumbernya setelah mendatangi penyerahan Persetujuan Menteri Kehutanan mengenai Perdagangan Karbon serta peluncuran Indonesia Forestry Carbon Hub di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (6/7).

Menurutnya, munculnya Indonesia Forestry Carbon Hub adalah langkah taktis untuk memperkokoh manajemen perdagangan karbon nasional sekaligus menyokong perwujudan sasaran Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC) Indonesia lewat optimalisasi bidang kehutanan sebagai penyerap karbon.

"Peresmian Indonesia Forestry Carbon Hub merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perdagangan karbon nasional. Kalimantan Barat memiliki potensi hutan yang sangat besar sehingga ini menjadi peluang untuk menghadirkan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Dari Sumbernya menganggap perdagangan karbon tidak cuma menjadi sarana pelestarian alam, tetapi juga membuka kesempatan peningkatan kesejahteraan warga melalui pengaturan sumber daya alam yang berkelanjutan.

"Kami menyambut baik kehadiran Indonesia Forestry Carbon Hub. Ini menjadi instrumen penting untuk mentransformasi cara kami mengelola hutan, bukan hanya menjaga kelestariannya, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan daerah melalui mekanisme perdagangan karbon yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan," katanya.

Dirinya menekankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam mempercepat penerapan perdagangan karbon di wilayah.

"Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk mempermudah proses sesuai ketentuan yang berlaku serta memastikan seluruh pelaku usaha menjalankan prinsip-prinsip keberlanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan, dari Sumbernya, menyatakan peluncuran Indonesia Forestry Carbon Hub menandai fase baru manajemen perdagangan karbon bidang kehutanan yang lebih terpadu, terbuka, dan memiliki daya saing internasional.

Menurutnya, bidang kehutanan menjadi salah satu tiang utama dalam raihan sasaran E-NDC serta Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

"Peresmian Indonesia Forestry Carbon Hub bukan sekadar seremoni, melainkan respons nyata pemerintah terhadap tantangan tata kelola karbon yang semakin kompleks. Kita ingin memastikan hutan Indonesia tidak hanya dipandang sebagai sumber kayu, tetapi juga sebagai aset ekonomi hijau yang mampu menghasilkan nilai ekonomi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dari Sumbernya mengajak pemerintah daerah, pakar, sektor usaha, dan mitra global mempererat kolaborasi dalam memajukan perdagangan karbon nasional.

"Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan tata kelola yang semakin baik melalui Indonesia Forestry Carbon Hub, kita siap menjadi salah satu pemain utama perdagangan karbon dunia yang tetap berpijak pada kelestarian hutan dan keadilan sosial," ungkapnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua