Jumat, 22 Mei 2026

Bantu Pertanian, Desa Krandegan Gunakan Pompa Irigasi Tenaga Surya

Bantu Pertanian, Desa Krandegan Gunakan Pompa Irigasi Tenaga Surya
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi meninjau pompa air tenaga surya di Desa Krandegan. (Sumber Foto: regional.kompas.com)

PURWOREJO - Momentum peringatan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, untuk memperlihatkan komitmen terhadap pertanian berkelanjutan serta energi ramah lingkungan. 

Dalam kegiatan yang berlangsung Kamis (21/5/2026), Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi meresmikan pompa air irigasi bertenaga surya berkapasitas 15 PK yang kini menjadi andalan petani setempat.

Peresmian tersebut menjadi lambang langkah progresif desa dalam memanfaatkan energi terbarukan demi mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Wabup Dion menyatakan inovasi yang dilakukan Desa Krandegan pantas menjadi rujukan bagi wilayah lain di Kabupaten Purworejo.

Baca Juga

Perkuat Literasi Energi, Hamas School Kolaborasi dengan Telkom Univ

Menurutnya, penggunaan energi matahari untuk sistem irigasi merupakan jawaban tepat di tengah tantangan dunia terkait energi dan pangan.

“Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Apa yang dilakukan Desa Krandegan ini membuktikan bahwa desa mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Dion.

Ia menambahkan, kemandirian energi menjadi salah satu faktor vital bagi kelangsungan pembangunan daerah. Karena itu, inovasi berbasis energi terbarukan seperti di Krandegan dinilai searah dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan menjaga stabilitas pangan.

Dion juga memastikan Pemerintah Kabupaten Purworejo siap memberikan dukungan bagi pengembangan program serupa, khususnya di daerah yang masih mengalami kendala irigasi. Dukungan tersebut nantinya dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi maupun pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Krandegan Dwinanto menjelaskan bahwa pembangunan pompa tenaga surya merupakan bagian dari gerakan desa dalam memperingati Hari Bumi sekaligus memitigasi pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan bakar minyak. 

Menurutnya, hingga saat ini desa telah memasang panel surya dengan total kapasitas mencapai 40 ribu watt untuk mengoperasikan tujuh pompa air irigasi.

“Inovasi ini sangat membantu petani. Sawah yang sebelumnya kesulitan air kini bisa terairi dengan baik sehingga masa tanam meningkat. Petani sekarang dapat panen sampai tiga kali dalam setahun,” ujarnya.

Keberadaan pompa irigasi tenaga surya tersebut diharapkan tidak sekadar mendongkrak produktivitas pertanian, melainkan juga menjadi model penerapan energi bersih di tingkat desa.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Taktik Dual Track MedcoEnergi Hadapi Volatilitas Pasar Energi

Taktik Dual Track MedcoEnergi Hadapi Volatilitas Pasar Energi

Gagasan Bensin Sawit Prabowo, IESR: Berisiko Ganggu Ketahanan Pangan

Gagasan Bensin Sawit Prabowo, IESR: Berisiko Ganggu Ketahanan Pangan

Ditjen EBTKE Kaji Spesifikasi BBM Sampah untuk Dikomersialkan

Ditjen EBTKE Kaji Spesifikasi BBM Sampah untuk Dikomersialkan

Tinjau PLTP Kamojang, Bupati Garut Pacu Pemanfaatan Energi Hijau

Tinjau PLTP Kamojang, Bupati Garut Pacu Pemanfaatan Energi Hijau

Dunia Penuh PLTU di 2025, Namun Penggunaan Batu Bara Kian Menurun

Dunia Penuh PLTU di 2025, Namun Penggunaan Batu Bara Kian Menurun