PLN EPI Bangun Bioenergi Sorgum demi Akselerasi Transisi Energi
- Jumat, 22 Mei 2026
JAKARTA - PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memulai inisiatif kolaborasi pengembangan bioenergi berbasis tanaman sorgum bersama PT Sorbu Agro Energi sebagai langkah konkret mendukung agenda transisi energi nasional serta target net zero emission (NZE).
Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa biomassa memiliki keunggulan dalam menekan emisi karbon secara signifikan melalui metode substitusi batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
"Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Baca JugaPerkuat Literasi Energi, Hamas School Kolaborasi dengan Telkom Univ
Menurut Hokkop, pengembangan bioenergi sorgum selaras dengan agenda Astacita pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan serta energi nasional. Ia menambahkan, negara seperti Jepang dan Korea Selatan kini kian agresif meningkatkan pemanfaatan biomassa dan gencar mencari pasokan baru guna memenuhi kebutuhan energi mereka.
Saat ini, PLN Energi Primer Indonesia telah mengembangkan sekitar 14 jenis biomassa untuk kebutuhan cofiring PLTU. Perusahaan juga telah mengamankan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kemitraan.
Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Senin (18/5). Dalam kemitraan ini, PLN EPI berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara aktivitas budi daya dijalankan oleh mitra.
"Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budi daya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan," tambah Hokkop.
Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya mengelola konsesi lahan seluas 10.000 hektare di Gorontalo, dengan potensi pengembangan hingga 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial. Tahap awal akan dilaksanakan di Desa Totopo seluas 218 hektare, yang berjarak 56 kilometer dari PLTU Anggrek.
Verdi menyatakan proyek ini menggunakan pendekatan pentaheliks yang mengintegrasikan peran pemerintah, BUMN, masyarakat, pihak swasta, akademisi, serta media.
"Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya. Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo," ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama mencakup studi pengembangan bioenergi, pembangunan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga pemanfaatan sumber daya hayati lainnya.
Hokkop menilai inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih berbasis kerakyatan yang mampu menjadi solusi dalam menekan emisi sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












