Menang Tender PLTA Pakkat 2, KEEN Garap Proyek Terbesar Perusahaan
- Jumat, 15 Mei 2026
JAKARTA - PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), emiten yang fokus di bidang energi baru terbarukan (EBT), sukses mengamankan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar sepanjang sejarah berdirinya korporasi.
Capaian ini diraih setelah perseroan resmi ditunjuk sebagai pemenang tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2 oleh PT PLN (Persero).
Fasilitas PLTA Pakkat 2 tersebut diproyeksikan mempunyai kapasitas 45 megawatt (MW) dan segera dibangun di kawasan Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Baca JugaKesadaran Gen Z Terhadap Isu Energi Terbarukan Terus Meningkat
Giat Widjaja selaku Direktur Keuangan Kencana Energi Lestari menjelaskan bahwa proyek teranyar ini bakal menjadi pembangkit dengan kapasitas daya terbesar yang pernah digarap oleh perseroan hingga saat ini.
“Ini semakin memperkuat posisi KEEN sebagai salah satu pengembang energi terbarukan nasional yang tengah memperluas portofolio pembangkit hijau di Indonesia,” ujar Giat Widjaja dalam keterangan pers, Kamis (14/5/2026).
Surat penetapan resmi KEEN sebagai pemenang tender dituangkan dalam Letter of Intent (LOI) yang diterbitkan oleh pihak PLN pada tanggal 11 Mei 2026.
Dengan adanya tambahan proyek PLTA Pakkat 2 ini, total kapasitas terpasang (installed capacity) dari seluruh pembangkit milik perseroan diprediksi akan melonjak, dari yang awalnya 69 MW menjadi 114 MW ketika proyek tersebut selesai dibangun dan resmi beroperasi secara komersial.
Investasi Tembus Rp 2 Triliun
Sejalan dengan lonjakan kapasitas pembangkit tersebut, KEEN memperkirakan total kebutuhan dana investasi untuk mendirikan PLTA Pakkat 2 menyentuh angka 116 juta dollar AS atau setara dengan Rp 2,03 triliun (mengacu pada asumsi kurs Rp 17.500 per dollar AS).
Pihak manajemen memasang target masa konstruksi proyek akan berlangsung selama kurang lebih empat tahun sebelum akhirnya memasuki fase operasional komersial.
Hingga saat ini, jajaran manajemen KEEN masih menunggu proses penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama pihak PLN sebagai langkah formal sebelum memulai aktivitas konstruksi fisik di lapangan.
Di sisi lain, proyek ini dinilai sebagai bagian dari peta jalan strategis jangka panjang korporasi guna meningkatkan partisipasi dalam penyediaan energi bersih di tanah air.
Fokus Perkuat Portofolio Energi Hijau
Manajemen KEEN memandang kehadiran proyek baru ini akan memperkuat portofolio pembangkit EBT milik perseroan, khususnya di sektor tenaga air yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pengembangan bisnis korporasi.
Selain mendongkrak kapasitas produksi, PLTA Pakkat 2 dinilai sebagai implementasi nyata KEEN dalam memperluas andil pada pembangunan energi hijau nasional.
“Proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang KEEN untuk memperbesar kontribusi terhadap pengembangan energi bersih nasional, sekaligus mendukung program transisi energi pemerintah menuju bauran energi yang lebih ramah lingkungan,” kata Giat.
Melalui penunjukan strategis ini, KEEN merasa optimistis mampu terus memperkokoh posisinya sebagai perusahaan energi hijau nasional yang berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi wujud sokongan penuh terhadap komitmen Indonesia dalam mengejar target net zero emission serta memperluas pemanfaatan energi bersih di masa depan.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












