Strategi Jargas Rumah Tangga Tekan Ketergantungan LPG Subsidi
- Jumat, 15 Mei 2026
JAKARTA - Langkah pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) saat ini menjadi pilar penting dalam strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya ini dilakukan guna mengurangi ketergantungan pada Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, yang urgensinya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya infrastruktur pipa gas bumi nasional belakangan ini.
Arief Wardono, selaku Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), memaparkan bahwa saat ini Indonesia telah memiliki jaringan pipa gas sepanjang 22.821 kilometer (KM). Jaringan tersebut meliputi pipa transmisi, distribusi, hingga jargas yang dioperasikan oleh badan usaha pengangkutan serta niaga gas bumi.
Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada periode tahun 2020-2022, terutama pada penambahan jalur pipa jargas. Hal ini dipicu oleh penetapan Program Gasifikasi Rumah Tangga sebagai prioritas pemerintah untuk melakukan substitusi terhadap LPG bersubsidi.
Baca JugaKesadaran Gen Z Terhadap Isu Energi Terbarukan Terus Meningkat
Arief menilai bahwa perluasan jargas merupakan langkah strategis guna meningkatkan cadangan gas bumi nasional. Namun, tantangan yang dihadapi terletak pada aspek sinkronisasi regulasi, kesiapan infrastruktur, serta tata kelola distribusi agar pemanfaatannya bagi warga dapat lebih maksimal. Saat ini, dengan panjang pipa yang tersedia, infrastruktur dinilai sudah siap dan cadangan gas pun masih mencukupi.
“Jadi tinggal bagaimana kami memanfaatkan atau mensinkronisasikan antara regulasi, infrastruktur, dan tata kelola distribusi gas bumi nasional,” paparnya.
Agung Kuswardono, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM, juga menegaskan bahwa jargas adalah salah satu prioritas energi nasional. Saat ini, pihak pemerintah sedang mengkaji pemberian insentif bagi pengembangan infrastruktur serta penguatan ketahanan energi domestik.
“Diharapkan melalui diskusi antara pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperkuat pengaturan regulasi di sektor gas bumi,” kata Agung.
Di sisi lain, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara Tbk, Hery Murahmanta, turut memberikan pandangan optimis terkait masa depan gas bumi di kancah nasional.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












