Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Kuartal I 2026

Produksi Migas Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Kuartal I 2026
Produksi Migas PHI Lampaui Target di Kuartal-2026. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sukses mencatatkan performa gemilang selama kuartal I 2026 melalui raihan produksi minyak dan gas bumi (migas) yang berada di atas target.

Sampai akhir Maret 2026, realisasi produksi migas PHI di area Kalimantan mencapai 60,44 ribu barel minyak per hari (mbopd) serta 619 juta standar kaki kubik gas per hari (mmscfd). 

Angka ini mencerminkan pencapaian sebesar 120% untuk produksi minyak dan 105% untuk gas dari target tahunan yang ditetapkan.

Baca Juga

SKK Migas Edukasi Mahasiswa PMII UPI Sumenep Soal Hulu Migas

Selain keunggulan di sisi produksi, PHI juga mempertahankan standar keselamatan kerja yang tinggi dengan catatan zero fatality, tanpa adanya Lost Time Incident (LTI), serta mengumpulkan total 57,36 juta jam kerja selamat.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, memaparkan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan migas nasional, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Di PHI, kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi demi keberlanjutan produksi migas perusahaan yang penting dalam mendukung pencapaian target produksi nasional dan ketahanan energi Indonesia,” jelas Sunaryanto dalam pernyataannya pada Kamis (14/5/2026).

Menurut Sunaryanto, kunci utama dalam menjaga produktivitas lapangan migas yang sudah masuk kategori tua (mature) terletak pada penerapan inovasi serta penguatan keandalan fasilitas.

"Penerapan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” ungkapnya.

PHI secara konsisten menjalankan program pemeliharaan, perbaikan, hingga pengaktifan kembali sumur-sumur guna meningkatkan hasil sekaligus memperpanjang masa operasional lapangan migas.

Salah satu inovasi penting yang diimplementasikan adalah metode High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta di Lapangan Mutiara dan Pamaguan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Teknologi ini menangani minyak dengan kadar lilin tinggi agar tidak mengeras di dalam pipa menggunakan pelarut khusus, sehingga proses distribusi tetap berjalan lancar.

PHM juga mengembangkan teknologi untuk mengoptimalkan hasil pada sumur emulsi di Lapangan Tunu. 

Sementara itu, PHSS menerapkan teknologi Permanent Coiled Tubing Gas Lift (PCTGL) di Lapangan Louise, Samboja, dan Mutiara melalui injeksi gas bertekanan untuk memudahkan pengangkatan minyak ke permukaan. Inovasi-inovasi tersebut terbukti ampuh dalam mendongkrak perolehan sumur dan mendukung target perusahaan pada tiga bulan pertama tahun ini.

Pasokan minyak tambahan juga didapatkan dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) melalui Lapangan Kerindingan, Sapi, serta sumur sisipan baru di area offshore

Sedangkan untuk produksi gas, performa positif dipicu oleh mulai beroperasinya platform kedua dan ketiga dari Proyek Sisi Nubi AOI milik PHM pada akhir Februari dan Maret 2026.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

EMP Gebang Bor Dua Sumur Baru di Langkat pada Agustus 2026

EMP Gebang Bor Dua Sumur Baru di Langkat pada Agustus 2026

May Day 2026: SKK Migas-PetroChina Komitmen Sejahterakan Pekerja

May Day 2026: SKK Migas-PetroChina Komitmen Sejahterakan Pekerja

Babel Gandeng UGM dan ESDM Garap Raperda Pertambangan Timah Rakyat

Babel Gandeng UGM dan ESDM Garap Raperda Pertambangan Timah Rakyat

Hyundai Sambut Rencana Subsidi Mobil Listrik Berbasis Baterai Nikel

Hyundai Sambut Rencana Subsidi Mobil Listrik Berbasis Baterai Nikel

Pemerintah Bedakan Insentif EV Nikel dan LFP, Begini Respon BYD

Pemerintah Bedakan Insentif EV Nikel dan LFP, Begini Respon BYD