Jumat, 15 Mei 2026

PGEO Hemat Energi 90.502 MWh di 2025, Perkuat Operasi Rendah Karbon

PGEO Hemat Energi 90.502 MWh di 2025, Perkuat Operasi Rendah Karbon
PGEO Catat Penghematan Energi 90.502 MWh di 2025, Perkuat Operasi Rendah Karbon. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil membukukan penghematan energi mencapai 90.502,28 MWh selama tahun 2025. 

Perolehan ini mengalami kenaikan besar jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu yang berada di angka 40.058,77 MWh.

Merujuk pada Laporan Keberlanjutan 2025 yang dipublikasikan perusahaan, kenaikan efisiensi ini dipicu oleh beragam optimalisasi operasional pada wilayah kerja panas bumi (WKP). 

Baca Juga

PLN Indonesia Power Dan DevvStream Garap PLTS Off-Grid dan Pasar Karbon

Langkah tersebut meliputi debottlenecking jalur produksi Area Ulubelu agar sumur tekanan rendah bisa masuk sistem, optimalisasi vacuum pump pada Gas Extraction System guna mengurangi penggunaan sendiri (own use), serta modifikasi hand control valve di Lumut Balai demi menekan uap yang terbuang.

Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho menyampaikan bahwa konsistensi dalam menjalankan praktik keberlanjutan menjadi elemen krusial untuk menjaga pengembangan panas bumi yang andal, efisien, dan kompetitif. 

Andi menegaskan bahwa seluruh penerapan keberlanjutan perusahaan dilakukan secara transparan dengan mengikuti standar pelaporan global.

“Pelaporan keberlanjutan tersebut telah melalui proses verifikasi oleh lembaga independen berlisensi AA1000 dengan kualifikasi assurance type 1 dan type 2 level moderate,” ujar Andi dalam keterangan tertulis Kamis (14/5/2026).

Di lain sisi, PGEO juga mencatatkan rasio intensitas energi di angka 0,037 MWh/MWh pada 2025, atau menyusut 10,10 persen dari tahun sebelumnya.

Rasio ini didapat dari perbandingan total energi yang digunakan perusahaan dengan total listrik panas bumi yang dihasilkan. Hasil ini menunjukkan penggunaan energi yang kian efisien dalam operasional. 

Adapun pemakaian energi terbarukan dalam operasional tetap terjaga tinggi di angka 94,36 persen.

Terkait pengelolaan emisi, intensitas emisi PGE berada pada level 41,12 g CO2e/kWh. 

Angka ini jauh di bawah ambang batas Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia dan EU Taxonomy sebesar 100 g CO2e/kWh. 

Pencapaian ini membuktikan operasional PGE tetap masuk kategori rendah karbon. 

Secara bersamaan, kapasitas operasi PGE membantu menghindari emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e pada 2025.

Selain efisiensi dan reduksi emisi, PGEO memperkuat tata kelola limbah non-B3 lewat metode 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery). 

Volume limbah non-B3 yang dikelola melalui cara ini mencapai 17 ton pada 2025, naik 24,5 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 13,66 ton.

PGE juga terus memperkokoh manajemen sumber daya air yang bertanggung jawab. Konsumsi air perusahaan pada 2025 turun 33,31 persen menjadi 262,24 megaliter, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 393,23 megaliter.

Kinerja LST (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola) perusahaan pun terus positif seiring penguatan implementasi tersebut. 

Skor Sustainalytics ESG Risk Rating PGE berada di angka 7,1 (kategori risiko dapat diabaikan), yang menempatkan PGE sebagai satu-satunya wakil Indonesia dalam daftar Top 50 ESG Global dari 42 negara.

Pengembangan panas bumi ini tidak sekadar berfokus pada energi bersih, namun juga memastikan operasional yang efisien dan bermanfaat bagi lingkungan serta warga sekitar.

“Karena itu, penguatan praktik ESG dan implementasi operasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas Perseroan ke depan. Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan empat pilar keberlanjutan PGE, yaitu Nature, Zero Emission, People & Socioeconomics, serta Transformation Catalyst,” kata Andi.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Juri LCC MPR Kalbar Viral, Diduga Tak Konsisten Berikan Penilaian

Juri LCC MPR Kalbar Viral, Diduga Tak Konsisten Berikan Penilaian

Kompak, Tiga Saudara Kembar Identik di Henan Menikah Bersamaan

Kompak, Tiga Saudara Kembar Identik di Henan Menikah Bersamaan

PLN Pasang PLTS Atap 12 MWp di 400 Gedung Pintar untuk Tekan Emisi

PLN Pasang PLTS Atap 12 MWp di 400 Gedung Pintar untuk Tekan Emisi

Cegah Korupsi Transisi Energi, ICW Desak Kejaksaan Tetap Transparan

Cegah Korupsi Transisi Energi, ICW Desak Kejaksaan Tetap Transparan

ASEAN-EU Sepakati Kolaborasi Transisi Energi dan Ekonomi Berkelanjutan

ASEAN-EU Sepakati Kolaborasi Transisi Energi dan Ekonomi Berkelanjutan