Jumat, 15 Mei 2026

Pertamina dan POSCO Kerja Sama Kembangkan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO Kerja Sama Kembangkan Teknologi Rendah Karbon
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (kanan) bersama Chief Executive Officer Posco International Kye-In Lee. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) saat ini semakin intensif memperluas jangkauan di kancah internasional guna mempercepat proses transisi energi di tanah air. 

BUMN energi ini membangun aliansi strategis bersama perusahaan Korea Selatan, Posco International Corporation, dalam bidang pengembangan teknologi rendah karbon. 

Kesepakatan tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (1/4/2026) di Korea Selatan yang sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor energi bersih.

Baca Juga

Prabowo: Gaji Hakim Indonesia Kini Lebih Tinggi dari Malaysia

Penandatanganan ini dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan CEO Posco International Kye-In Lee, bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan. 

Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan bakal mendalami berbagai teknologi penting untuk reduksi emisi, terutama pada pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) serta Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). 

Sistem tersebut disiapkan guna menangkap serta menyimpan karbon supaya tidak mencemari atmosfer, selain juga menyasar pengembangan amonia, hidrogen biru, dan potensi energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa sinergi global ini merupakan kunci utama dalam mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan di Indonesia.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan," ujar Simon.

Kerja sama ini juga mencakup analisis mendalam mengenai model bisnis, aspek regulasi, dan potensi pasar demi menjamin keberlangsungan proyek tersebut dalam jangka panjang. 

Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat tercapainya target Net Zero Emission (NZE) Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menanggulangi perubahan iklim dunia.

Implementasi teknologi rendah karbon pun dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertahankan ketahanan energi nasional melalui integrasi CCS dan hidrogen biru. 

Lewat kemitraan ini, Pertamina membuktikan transformasinya menjadi pemain utama dalam ekosistem energi masa depan sekaligus membuka keran investasi dan transfer teknologi di Indonesia.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PGE Perkuat Panas Bumi Jadi Penopang Transisi Energi Rendah Karbon

PGE Perkuat Panas Bumi Jadi Penopang Transisi Energi Rendah Karbon

Dilema ESG INDY 2025: Emisi Turun, Beban Karbon per Pendapatan Naik

Dilema ESG INDY 2025: Emisi Turun, Beban Karbon per Pendapatan Naik

Kebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU

Kebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU

Bima Arya Dorong Daerah Maksimalkan Pangan dan Transisi Energi Hijau

Bima Arya Dorong Daerah Maksimalkan Pangan dan Transisi Energi Hijau

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir