Jumat, 15 Mei 2026

Kawasan IMIP Bangun PLTS 200 MWp untuk Perkuat Industri Rendah Karbon

Kawasan IMIP Bangun PLTS 200 MWp untuk Perkuat Industri Rendah Karbon
Kembangkan Teknologi Hijau, PLTS Kawasan IMIP Bakal Bangun Kapasitas 200 MWp. (Sumber Foto:NET)

MOROWALI - Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tengah memperkokoh rencana industri rendah karbon melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 200 MWp di area industri Morowali. 

Langkah ini diambil seiring meningkatnya tuntutan global agar sektor industri menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) serta menggunakan energi ramah lingkungan pada setiap tahapan produksinya.

Pengerjaan proyek PLTS ini akan dilaksanakan oleh PT Sumber Energi Surya Morowali di atas lahan yang mencapai luas 224 hektare. Sarana tersebut nantinya akan ditunjang dengan sistem penyimpanan energi baterai yang memiliki kapasitas sebesar 80 MW.

Baca Juga

Prabowo: Gaji Hakim Indonesia Kini Lebih Tinggi dari Malaysia

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menyatakan bahwa pemanfaatan energi surya pada saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan ekologis, melainkan sudah menjadi komponen vital dalam persaingan industri secara global.

“Energi bersih mulai menjadi syarat ekonomi masa depan. Perusahaan yang lambat beradaptasi berisiko tertinggal dalam efisiensi, investasi, dan akses pasar internasional,” kata Yulius, Senin (11/5/2026).

Yulius menjelaskan bahwa pasokan listrik dari PLTS tersebut akan digunakan untuk menyokong kegiatan operasional pabrik serta kantor-kantor penyewa di lingkungan IMIP. 

Hal ini secara bersamaan ditujukan guna mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar batu bara. 

Penggunaan PLTS ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon, nitrogen oksida, serta sulfur dioksida, selain juga mampu menekan pemakaian batu bara hingga mencapai puluhan ribu ton setiap tahunnya.

Sejumlah proyek energi ramah lingkungan tercatat telah lebih dahulu berjalan di area IMIP. Beberapa di antaranya yakni PLTS Kanal Fatufia berkapasitas 1,27 MWp serta PLTS Atap PT DSI yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 65,89 MWp melalui penggunaan 119.800 panel surya.

Selain melakukan pengembangan PLTS, pihak pengelola kawasan IMIP juga membangun PLTU Co-Generation yang dioperasikan oleh PT DSI dengan kapasitas 65 MW serta PT HYNC dengan kapasitas 50 MW.

PT IMIP menganggap bahwa perluasan energi terbarukan merupakan tindakan strategis dalam memperkuat tatanan industri rendah karbon, khususnya di tengah naiknya harapan pasar global terhadap produk-produk yang berkelanjutan.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PGE Perkuat Panas Bumi Jadi Penopang Transisi Energi Rendah Karbon

PGE Perkuat Panas Bumi Jadi Penopang Transisi Energi Rendah Karbon

Dilema ESG INDY 2025: Emisi Turun, Beban Karbon per Pendapatan Naik

Dilema ESG INDY 2025: Emisi Turun, Beban Karbon per Pendapatan Naik

Kebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU

Kebijakan Cofiring Biomassa DitaksirHanya Perpanjang Umur PLTU

Bima Arya Dorong Daerah Maksimalkan Pangan dan Transisi Energi Hijau

Bima Arya Dorong Daerah Maksimalkan Pangan dan Transisi Energi Hijau

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir

Perubahan Paradigma: Energi Nuklir Tidak Lagi Pilihan Terakhir