Selasa, 03 Maret 2026

DMO Batu Bara 2026 Ditargetkan 247,9 Juta Ton, Produksi Nasional 733 Juta Ton Disiapkan

DMO Batu Bara 2026 Ditargetkan 247,9 Juta Ton, Produksi Nasional 733 Juta Ton Disiapkan
DMO Batu Bara 2026 Ditargetkan 247,9 Juta Ton, Produksi Nasional 733 Juta Ton Disiapkan

JAKARTA - Pemerintah mulai merancang ulang keseimbangan antara produksi dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri untuk komoditas batu bara pada 2026. 

Di tengah rencana penyesuaian produksi nasional, porsi domestic market obligation (DMO) diproyeksikan tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga pasokan energi domestik, khususnya bagi pembangkit listrik dan industri strategis.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan porsi wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) batu bara 2026 sebanyak 247,9 juta ton, turun sedikit dari realisasi 2025 sejumlah 254 juta ton.

Baca Juga

Mazda Kembangkan MX-5 Generasi Baru, Opsi Elektrifikasi Dipertimbangkan Serius

Sekretaris Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Sesditjen Minerba) Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menyatakan aturan penetapan target DMO batu bara tersebut sedang disusun oleh Ditjen Minerba.

“Jadi untuk 2026 ini kita memiliki target untuk DMO 247,9 [juta ton]. Mengenai Kepmen DMO saat ini juga sedang disusun,” kata Rita dalam Sarasehan dan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 40/2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), akhir pekan lalu.

Produksi 733 Juta Ton Masih Bisa Disesuaikan

Selain menetapkan target DMO, pemerintah juga mencanangkan target produksi batu bara nasional tahun depan. Namun angka tersebut belum sepenuhnya final karena masih mempertimbangkan kebijakan pengurangan produksi.

Rita mengungkapkan pada tahun ini sebenarnya target produksi batu bara dicanangkan sebanyak 733 juta ton, tetapi besaran tersebut bakal melakukan penyesuaian seiring dengan langkah pemangkasan produksi.

“Kemudian target produksinya 733 [juta ton] mungkin ada adjustment dengan adanya pengurangan produksi dan lain sebagainya,” ujar Rita.

Rencana penyesuaian produksi ini tidak lepas dari strategi pengelolaan sumber daya serta upaya menjaga keseimbangan pasar global dan domestik.

Setoran PNBP dan Target Investasi Minerba

Di luar aspek produksi dan DMO, pemerintah juga menaruh perhatian pada kontribusi sektor mineral dan batu bara terhadap penerimaan negara.

Lebih lanjut, Ditjen Minerba menargetkan setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) pada 2026 sebesar Rp134,05 triliun.

Adapun, kontribusi investasi dari sektor minerba ditargetkan dapat mencapai US$5,17 miliar pada tahun ini.

“Sekali lagi, diharapkan berkontribusi terhadap PNBP Minerba itu sebesar Rp134 triliun di tahun ini,” papar Rita.

Target tersebut menunjukkan bahwa sektor minerba masih menjadi salah satu penopang utama penerimaan negara, meskipun menghadapi dinamika harga dan permintaan global.

Porsi DMO Berpotensi Naik di Atas 30%

Sekadar catatan, Kementerian ESDM bersiap mengkerek persentase wajib pasok domestik atau DMO batu bara menjadi lebih dari 30% dari sebelumnya sebesar 25%.

Hal itu dilakukan menyusul rencana pemangkasan produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton dalam RKAB 2026 dari realisasi produksi 2025 sebanyak 790 juta ton.

“Kita perhatikan, kita hitung dari dulu. Range-nya itu ya mungkin bisa lebih dari 30%,” kata Wamen ESDM Yuliot Tanjung ditemui di kantor Kementerian ESDM.

Yuliot memastikan porsi DMO batu bara yang ditetapkan akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dalam negeri.

“Dari sisi presentasi DMO pasti naik. Jadi, kan kalau kemarin itu kan DMO itu sekitar 23%—24%. Dengan adanya penurunan produksi, presentasi DMO pasti akan jadi peningkatan,” ujarnya.

Dengan produksi yang direncanakan lebih rendah, kenaikan persentase DMO menjadi langkah logis untuk menjamin kecukupan pasokan domestik.

Kinerja Produksi dan Ekspor 2025 Menurun

Adapun, Kementerian ESDM mencatat realisasi produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton, anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sejumlah 836 juta ton.

Sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, yaitu sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi. Sementara itu, realisasi penyaluran batu bara untuk pasar domestik mencapai 254 juta ton atau 32%.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor batu bara terkoreksi 3,66% ke level 390,93 juta ton sepanjang Januari—Desember 2025, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 405,76 juta ton.

Berdasarkan nilainya, kinerja ekspor batu bara sepanjang 2025 turun 19,7% ke level US$24,48 miliar atau sekitar Rp411,14 triliun (asumsi kurs Rp16.795 per dolar AS).

Torehan kinerja ekspor batu bara tahun lalu terpaut lebar dari capaian sepanjang 2024 di level US$30,49 miliar atau sekitar Rp512,07 triliun.

Penurunan produksi dan ekspor tersebut menjadi latar belakang penting dalam penyusunan target DMO dan produksi 2026. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pasar ekspor dan kebutuhan domestik, sekaligus memastikan sektor batu bara tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Dengan target DMO 247,9 juta ton dan produksi yang masih dapat disesuaikan, kebijakan 2026 diproyeksikan lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan energi nasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

MIND ID Gandeng Kemendiktisaintek Olah Limbah Timah Jadi Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi

MIND ID Gandeng Kemendiktisaintek Olah Limbah Timah Jadi Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi

Xiaomi Siap Pamerkan Vision Gran Turismo di MWC 2026, Supercar Konsep Futuristik Dua Pintu

Xiaomi Siap Pamerkan Vision Gran Turismo di MWC 2026, Supercar Konsep Futuristik Dua Pintu

Cek Harga BBM Pertamina 2 Maret 2026 di Seluruh Indonesia,Pertamax hingga Dexlite Naik

Cek Harga BBM Pertamina 2 Maret 2026 di Seluruh Indonesia,Pertamax hingga Dexlite Naik

Tarif Listrik PLN 1-8 Maret 2026 Resmi Tidak Berubah, Ini Daftar Lengkap per kWh

Tarif Listrik PLN 1-8 Maret 2026 Resmi Tidak Berubah, Ini Daftar Lengkap per kWh

Rekomendasi 5 Rumah Murah Subsidi di Jawilan Serang, Harga Mulai Rp150 Jutaan

Rekomendasi 5 Rumah Murah Subsidi di Jawilan Serang, Harga Mulai Rp150 Jutaan