Harga Tiket Piala Dunia 2026 Selangit, Jaksa AS Turun Tangan

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 29 Mei 2026
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Selangit, Jaksa AS Turun Tangan
Jaksa AS menyelidiki harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai terlalu mahal. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Harga tiket Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat (AS) melambung tinggi. Mahalnya harga tersebut membuat jaksa di wilayah New York dan New Jersey mengambil langkah tegas.

Kamis (28/5/2026), jaksa di negara bagian New Jersey dan New York, AS, telah melayangkan surat panggilan pengadilan kepada FIFA terkait penyelidikan atas harga tiket Piala Dunia 2026 yang dianggap terlalu mahal, serta dugaan ketidakakuratan informasi lokasi kursi yang dijanjikan kepada para penggemar sepak bola.

Turnamen yang akan digelar di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat mulai pertengahan Juni ini disebut sebagai Piala Dunia termahal sepanjang sejarah. Selain persoalan harga tiket, ajang ini juga memicu kritik terkait berbagai isu ekonomi dan politik.

Yang Diselidiki Para Jaksa

Dalam pernyataan bersama pada Rabu (27/05), Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport dan Jaksa Agung New York Letitia James menyebutkan bahwa harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 "jauh melampaui harga kompetisi Piala Dunia sebelumnya."

"Warga New York telah menunggu bertahun-tahun agar Piala Dunia hadir di wilayah mereka dan mereka pantas mendapatkan kesempatan untuk membeli tiket dengan harga terjangkau," kata James.

"Tidak seorang pun seharusnya terpaksa membayar harga selangit demi sebuah kursi, dan para penggemar harus dapat memastikan bahwa tiket yang mereka beli sesuai dengan yang mereka terima," lanjutnya.

Pertandingan final Piala Dunia dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, yang juga merupakan kandang tim NFL, New York Jets dan New York Giants.

"Transparansi soal penjualan tiket itu sebenarnya tidak rumit. Namun, FIFA membuat pembelian tiket Piala Dunia jadi penuh kebingungan, ada kesan kelangkaan yang dibuat-buat, dan harga yang dipatok terlalu mahal," kata Jennifer Davenport.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela sistem dynamic pricing atau penentuan harga berdasarkan tingginya permintaan yang diterapkan organisasinya. Menurutnya, kebijakan ini wajar karena permintaan global sangat besar dan standar harga acara olahraga di AS memang tinggi.

Ia juga menyatakan bahwa hukum di AS menyulitkan FIFA untuk melarang praktik penjualan kembali tiket setelah dibeli.

Meskipun demikian, hampir seluruh kategori tiket pertandingan Piala Dunia tetap dijual jauh lebih mahal dibandingkan tiket pertandingan olahraga pada umumnya di AS, kecuali sejumlah kecil tiket murah yang sangat terbatas untuk laga fase grup tertentu.

Harga tiket final Piala Dunia 2026 untuk penonton umum dilaporkan mencapai ribuan dolar AS atau setara puluhan juta rupiah, dengan nilai lima kali lebih mahal dibandingkan dengan pertandingan final Piala Dunia Qatar 2022. Sebagai perbandingan, tiket final Piala Dunia 1994 di AS jauh lebih murah sekitar 20 kali lipat.

"Menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah sebuah kehormatan, tetapi ajang ini bukanlah undangan untuk mengeksploitasi masyarakat serta pengunjung kami," tegas Davenport.

Piala Dunia FIFA yang Kontroversi

Penyelidikan ini menambah daftar panjang kontroversi terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sebelumnya, kelompok suporter dari tim yang akan berlaga juga telah mengajukan keluhan resmi ke Uni Eropa mengenai kebijakan harga tiket FIFA. Selain itu, biaya tambahan seperti tiket kereta menuju stadion dan parkir juga menuai sorotan publik. Alokasi tiket murah yang sangat terbatas pun terbukti tidak mampu meredam gelombang protes dari para penggemar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua