Senin, 26 Januari 2026

Pabrik Daihatsu di Karawang Terapkan Produksi Ramah Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan

Pabrik Daihatsu di Karawang Terapkan Produksi Ramah Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan
Pabrik Daihatsu di Karawang Terapkan Produksi Ramah Lingkungan Berbasis Energi Terbarukan

JAKARTA - Upaya industri otomotif untuk menekan dampak lingkungan kini tidak lagi sebatas wacana. 

Sejumlah produsen mulai menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari strategi inti bisnisnya. Salah satunya ditunjukkan PT Astra Daihatsu Motor melalui pengoperasian Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2) yang mengusung konsep produksi modern sekaligus ramah lingkungan di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat.

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 23 hektare ini menjadi fasilitas keenam Daihatsu di Indonesia dan diklaim telah mengintegrasikan penggunaan energi terbarukan, efisiensi proses produksi, serta teknologi terkini guna menekan emisi karbon. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen industri otomotif global dalam mendukung target pengurangan emisi dan transisi menuju Carbon Neutral.

Baca Juga

Beragam Strategi Adaro Andalan Dukung Transisi Energi Bersih Pemerintah Menuju 2060

Menurut keterangan resmi perusahaan yang diterima pada Minggu, penerapan konsep ramah lingkungan di pabrik Karawang ini bukan hanya menyentuh aspek teknologi, tetapi juga menyeluruh dari sisi operasional, rantai pasok, hingga pengembangan produk kendaraan yang lebih berkelanjutan.

Produksi Modern dengan Energi Terbarukan

Salah satu poin utama dalam pengoperasian Karawang Assembly Plant 2 adalah pemanfaatan energi terbarukan dalam proses produksinya. Daihatsu mengklaim bahwa energi bersih telah menjadi bagian dari sistem produksi modern di fasilitas tersebut, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pengurangan jejak karbon industri.

Penerapan energi terbarukan ini didukung dengan optimalisasi proses produksi yang dirancang lebih efisien. Menurut perusahaan, langkah tersebut mampu menurunkan emisi karbon hingga 20 persen dibandingkan proses konvensional sebelumnya. Capaian ini mempertegas peran KAP 2 sebagai fasilitas produksi yang tidak hanya berorientasi pada kapasitas, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, penerapan teknologi produksi modern memungkinkan pengelolaan sumber daya yang lebih hemat, mulai dari penggunaan energi, air, hingga material pendukung produksi. Efisiensi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung target industri otomotif yang lebih hijau.

Fasilitas Terintegrasi Berteknologi Terkini

Karawang Assembly Plant 2 dirancang sebagai fasilitas terintegrasi yang mencakup tiga proses utama, yakni Body (Bodi), Painting (Pengecatan), dan Assembling (Perakitan). Seluruh lini tersebut diklaim telah menggunakan teknologi terkini guna memastikan kualitas produksi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Pada proses bodi dan perakitan, teknologi modern diterapkan untuk meningkatkan presisi dan mengurangi potensi pemborosan material. Sementara pada tahap pengecatan, perusahaan menyebutkan adanya sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan, termasuk pengendalian emisi serta optimalisasi penggunaan bahan kimia.

Integrasi antarproses ini juga memungkinkan alur produksi yang lebih ringkas dan terkendali, sehingga tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung pengurangan konsumsi energi secara keseluruhan.

Investasi dan Kapasitas Produksi Pabrik

Pabrik Karawang Assembly Plant 2 dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp2,9 triliun. Dengan investasi tersebut, Daihatsu menargetkan kapasitas produksi hingga 140.000 unit kendaraan per tahun. Kapasitas ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan pasar domestik maupun ekspor, seiring meningkatnya permintaan kendaraan di berbagai segmen.

Keberadaan pabrik ini juga memperkuat posisi Daihatsu sebagai salah satu pemain utama industri otomotif nasional. Selain menambah kapasitas produksi, fasilitas ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat efisiensi, daya saing, serta kesiapan menghadapi transformasi industri otomotif global.

Dengan teknologi dan sistem produksi yang lebih modern, perusahaan menilai pabrik ini mampu beradaptasi dengan perkembangan produk kendaraan masa depan, termasuk kendaraan berteknologi ramah lingkungan.

Dukungan Rantai Pasok dan UMKM Nasional

Operasional Karawang Assembly Plant 2 tidak berdiri sendiri. Daihatsu menyebutkan bahwa pengoperasian fasilitas ini didukung oleh ribuan pemasok, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri otomotif nasional.

Dukungan dari pemasok lokal tidak hanya berkontribusi pada kelancaran produksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian, dampak dari kehadiran pabrik ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh masyarakat dan pelaku usaha di sekitarnya.

Sinergi antara industri besar dan UMKM ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia secara keseluruhan, sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan ekonomi.

Komitmen Menuju Carbon Neutral dan Kendaraan Hibrida

Selain menerapkan proses produksi ramah lingkungan, Daihatsu juga menunjukkan komitmennya terhadap pengurangan emisi melalui pengembangan produk. Perusahaan telah meluncurkan model kendaraan hibrida perdana, Rocky e-Smart Hybrid, dalam ajang GIIAS 2025.

Peluncuran kendaraan hibrida tersebut menjadi bagian dari upaya Daihatsu dalam mendukung target Carbon Neutral. Langkah ini melengkapi strategi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada efisiensi produksi, tetapi juga pada penyediaan produk kendaraan yang lebih ramah lingkungan bagi konsumen.

Dengan kombinasi antara fasilitas produksi berteknologi modern, penggunaan energi terbarukan, serta pengembangan kendaraan hibrida, Daihatsu menegaskan arah transformasinya menuju industri otomotif yang berkelanjutan. Ke depan, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menekan emisi karbon sekaligus memperkuat industri otomotif nasional di tengah tantangan global perubahan iklim.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sriwijaya Capital Tanamkan Investasi Dua Puluh Juta Dolar pada Proyek PLTS Jumbo Morowali

Sriwijaya Capital Tanamkan Investasi Dua Puluh Juta Dolar pada Proyek PLTS Jumbo Morowali

DOID Perkuat Diversifikasi Global Lewat Investasi Tambang Tembaga Australia

DOID Perkuat Diversifikasi Global Lewat Investasi Tambang Tembaga Australia

Cek Jadwal Lengkap Kereta Api Bandara YIA Reguler dan Xpress Senin 26 Januari 2026

Cek Jadwal Lengkap Kereta Api Bandara YIA Reguler dan Xpress Senin 26 Januari 2026

PalmCo Kelola Lebih 600 Ribu Hektare Sawit Nasional Berbasis Transformasi

PalmCo Kelola Lebih 600 Ribu Hektare Sawit Nasional Berbasis Transformasi

PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Selama 2025

PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Selama 2025