Beragam Strategi Adaro Andalan Dukung Transisi Energi Bersih Pemerintah Menuju 2060
- Senin, 26 Januari 2026
JAKARTA - Komitmen pemerintah Indonesia untuk meninggalkan energi fosil pada 2060 menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri energi dan pertambangan untuk bersiap melakukan transformasi.
Di tengah dominasi batu bara sebagai sumber energi nasional, perusahaan tambang dituntut tidak hanya menjaga kinerja saat ini, tetapi juga menyiapkan fondasi bisnis berkelanjutan di masa depan. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) menjadi salah satu emiten yang secara terbuka menyatakan kesiapan menghadapi transisi besar tersebut melalui berbagai strategi jangka panjang.
Direktur AADI sekaligus Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, menyampaikan bahwa perusahaan terus menggodok langkah diversifikasi bisnis sambil tetap menjalankan operasi pertambangan sesuai ketentuan yang berlaku. Saat ini, PT Adaro Indonesia beroperasi berdasarkan kontrak perpanjangan 10 tahun pertama izin usaha pertambangan khusus (IUPK), yang masih memungkinkan untuk diperpanjang kembali hingga 10 tahun berikutnya.
Baca JugaJadwal Kapal DLU Rute Surabaya–Lombok Periode 19–25 Januari 2026 Lengkap dengan Harga Tiket
Persiapan Jangka Panjang Hadapi Akhir Energi Fosil
Priyadi menegaskan bahwa kesiapan menghadapi berakhirnya era energi fosil tidak dilakukan secara instan. Menurutnya, perusahaan telah mulai menyiapkan strategi jauh sebelum kontrak pertambangan berakhir.
"Jadi inilah yang kami kembangkan supaya nanti misalnya kontrak batu bara kami ini berakhir, kami sudah punya sumber daya manusia yang siap untuk dikembangkan, apakah di komoditas lain. Di 2060 kan di Indonesia energi fosil sudah ditiadakan. Jadi ini yang kami siapkan," ujarnya dalam forum Indonesia Weekend Miner by Indonesia Mining Summit.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama perusahaan agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri. Inovasi berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar perusahaan tetap relevan di tengah transformasi energi nasional dan global.
Dominasi Batu Bara dalam Kinerja Keuangan AADI
Meski tengah menyiapkan transformasi, AADI saat ini masih mengandalkan batu bara sebagai tulang punggung pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan Januari–September 2025, total penjualan batu bara AADI mencapai US$3,45 miliar atau sekitar 95 persen dari total penjualan perusahaan sebesar US$3,61 miliar.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi batu bara masih sangat dominan dalam struktur pendapatan perseroan. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi AADI untuk secara bertahap mengembangkan sumber pendapatan lain tanpa mengganggu stabilitas bisnis utama yang masih berjalan.
Diversifikasi Usaha dan Kontribusi Segmen Non-Batu Bara
Di luar batu bara, AADI telah memiliki sejumlah segmen usaha yang mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, segmen logistik membukukan pendapatan sebesar US$139,84 juta, sementara segmen lain-lain mencatatkan pendapatan US$9,73 juta.
Segmen non-batu bara tersebut secara total mengalami peningkatan secara tahunan, berbanding terbalik dengan penurunan pendapatan dari batu bara yang tertekan oleh kondisi harga komoditas global. Hal ini menjadi indikasi bahwa diversifikasi bisnis mulai menunjukkan peran dalam menopang kinerja perseroan.
Saat ini, AADI memiliki enam entitas anak usaha di bidang pertambangan, yakni PT Adaro Indonesia, PT Laskar Semesta Alam, PT Semesta Centramas, PT Paramitha Cipta Sarana, PT Mustika Indah Permai, serta perusahaan patungan Kestral Coal Resources. Keberadaan entitas-entitas ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset dan operasional pertambangan perusahaan.
Integrasi Bisnis Demi Efisiensi dan Daya Saing
Di tengah tekanan harga batu bara dan persaingan global, efisiensi menjadi kunci utama bagi AADI untuk tetap kompetitif. Priyadi menuturkan bahwa perseroan berupaya mengintegrasikan lintas segmen bisnis guna menjamin kepastian pengiriman kepada pelanggan sekaligus menekan biaya operasional.
"Pelanggan [batu bara] kami itu terutama dari China dan India, dan mereka itu produsen batu bara. Sehingga kami harus bisa berkompetisi, kompetitif terhadap produksi mereka juga. Kalau tidak, mereka akan menggunakan produksinya sendiri. Ini lah kami pastikan bahwa supply chain kami efisien. Maka dari itu kami integrasikan mulai dari tambang sampai ke delivery pelanggan," tandasnya.
Integrasi tersebut dilakukan dari hulu hingga hilir, mencakup aktivitas penambangan, pengangkutan, hingga pengiriman ke pelanggan akhir. Strategi ini diharapkan mampu menjaga kepercayaan pasar internasional sekaligus memperkuat posisi AADI di industri batu bara global.
Ekspansi Lini Usaha Pendukung dan Penopang Masa Depan
Selain pertambangan dan logistik, struktur bisnis AADI juga mencakup sejumlah lini usaha pendukung lainnya. Di sektor logistik, perseroan memiliki entitas seperti PT Adaro Logistics dan PT Barito Galangan Nusantara. Pada segmen pengelolaan air, terdapat PT Adaro Tirta Mandiri dan PT Drupadi Tirta Intan.
AADI juga mengelola aset lahan melalui anak usaha seperti PT Adaro Persada Mandiri dan PT Hutan Amanah Lestari. Sementara di segmen bisnis lainnya, perseroan memiliki Adaro International (Singapore) Pte. Ltd. serta PT Kaltara Power Indonesia.
Keberagaman portofolio tersebut dinilai menjadi modal penting bagi AADI dalam menghadapi era transisi energi. Dengan mengombinasikan optimalisasi bisnis eksisting dan pengembangan usaha non-batu bara, perusahaan berupaya menyiapkan fondasi yang lebih berkelanjutan sejalan dengan target pemerintah menuju energi bersih pada 2060.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, AADI menempatkan diri sebagai emiten yang tidak hanya berfokus pada kinerja jangka pendek, tetapi juga pada kesiapan menghadapi perubahan besar dalam lanskap energi nasional dan global.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Makanan Penting Penjaga Kesehatan dan Daya Tahan Pria Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
- Senin, 26 Januari 2026
BRIN Teliti Senyawa Kulit Manggis sebagai Kandidat Terapi Baru Kanker Payudara`
- Senin, 26 Januari 2026
Punya GERD? Jangan Salah Makan, Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari
- Senin, 26 Januari 2026
11 Obat Herbal Alami yang Dipercaya Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi
- Senin, 26 Januari 2026
5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
- Senin, 26 Januari 2026
Berita Lainnya
DOID Perkuat Diversifikasi Global Lewat Investasi Tambang Tembaga Australia
- Senin, 26 Januari 2026
Cek Jadwal Lengkap Kereta Api Bandara YIA Reguler dan Xpress Senin 26 Januari 2026
- Senin, 26 Januari 2026
PalmCo Kelola Lebih 600 Ribu Hektare Sawit Nasional Berbasis Transformasi
- Senin, 26 Januari 2026
PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Selama 2025
- Senin, 26 Januari 2026













