Sriwijaya Capital Tanamkan Investasi Dua Puluh Juta Dolar pada Proyek PLTS Jumbo Morowali
- Senin, 26 Januari 2026
JAKARTA - Komitmen transisi energi nasional menuju target Net Zero Emissions (NZE) 2060 mulai diwujudkan melalui langkah konkret sektor swasta.
Salah satunya datang dari Sriwijaya Capital, perusahaan private equity yang didirikan oleh Arsjad Rasjid, yang resmi menanamkan investasi hingga US$20 juta pada PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA). Investasi ini menandai masuknya Sriwijaya Capital ke sektor energi terbarukan sekaligus memperkuat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar di Indonesia, khususnya di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.
SESNA saat ini tengah menggarap proyek PLTS jumbo di Morowali yang dirancang untuk mendukung kebutuhan energi industri berintensitas tinggi, sekaligus menekan ketergantungan pada energi fosil. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan pemanfaatan energi bersih dalam mendukung pembangunan industri berkelanjutan.
Baca JugaBeragam Strategi Adaro Andalan Dukung Transisi Energi Bersih Pemerintah Menuju 2060
Proyek PLTS Terintegrasi BESS di Kawasan Industri Morowali
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kontan.co.id, SESNA menggandeng SembCorp untuk membangun PLTS jumbo berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage Solutions (BESS) berkapasitas 80 Megawatt-hour (MWh). Proyek ini berlokasi di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri nasional dengan kebutuhan energi sangat besar.
SembCorp sendiri merupakan anak usaha PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi energi bersih yang andal, stabil, dan berkelanjutan bagi kawasan industri, sekaligus mendukung proses dekarbonisasi sektor pertambangan dan manufaktur.
Keberadaan BESS dalam proyek ini menjadi elemen penting untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil, terutama saat produksi energi surya mengalami fluktuasi. Dengan integrasi tersebut, PLTS Morowali tidak hanya mengandalkan energi matahari, tetapi juga memiliki sistem penyimpanan yang mampu menjaga kontinuitas suplai listrik.
Rekam Jejak dan Kapabilitas SESNA di Energi Surya
PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) merupakan perusahaan energi terbarukan asal Indonesia yang telah berfokus pada pengembangan PLTS sejak 2013. SESNA dikenal sebagai salah satu pelopor Independent Power Producer (IPP) tenaga surya yang dipercaya pemerintah Indonesia.
Perusahaan ini aktif mengembangkan proyek PLTS untuk berbagai sektor, mulai dari pertambangan dan captive power, hingga sektor komersial dan industri. Hingga saat ini, SESNA telah menyelesaikan lebih dari 30 MWp proyek yang telah beroperasi, serta memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp.
SESNA juga memiliki keahlian dalam pengembangan sistem PLTS hybrid, panel surya atap, serta instalasi ground-mounted berskala besar untuk industri dengan intensitas energi tinggi. Melalui layanan menyeluruh, mulai dari pengembangan proyek, pembiayaan, hingga operasi dan pemeliharaan, termasuk skema Zero Capex, SESNA berkomitmen mendorong adopsi energi surya yang efisien dan berkelanjutan.
Masuknya Sriwijaya Capital ke Sektor Energi Terbarukan
Founder dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, menyampaikan bahwa investasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia.
“Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” ujar Arsjad kepada Kontan.co.id pada Senin (26/1).
Ia menilai SESNA sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti. Hal ini sejalan dengan keyakinan Sriwijaya Capital terhadap potensi dekarbonisasi di kawasan Asia Tenggara.
"Investasi ini mendukung pertumbuhan SESNA sekaligus target jangka panjang Indonesia membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan," terang Arsjad.
Chief Executive Officer Sriwijaya Capital, Hartanto Tjitra, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen bermitra dengan perusahaan yang memiliki potensi menjadi pemimpin di industrinya. Menurutnya, kemampuan teknis dan disiplin komersial SESNA dalam mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan menjadi nilai tambah yang signifikan.
Sriwijaya Capital juga berencana bekerja sama secara aktif dengan manajemen SESNA untuk meningkatkan nilai perusahaan, memperluas skala operasional, serta memperluas jangkauan bisnis di sektor energi bersih.
Strategi Pertumbuhan dan Dukungan Menuju NZE 2060
Dari sisi SESNA, Chief Executive Officer Rico Syah Alam menilai kemitraan dengan Sriwijaya Capital sebagai tonggak penting dalam perjalanan perusahaan. Menurutnya, investasi ini menjadi validasi atas strategi SESNA dalam memperluas solusi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara.
"Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar," ungkap Rico.
SESNA, lanjutnya, akan terus mengedepankan eksekusi terukur dan fundamental bisnis yang kuat sebagai kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi Indonesia. Dalam kemitraan ini, Sriwijaya Capital akan menerapkan pendekatan 3C, yakni Capital, Collaboration, dan Capability, sebagai mitra aktif dalam mendorong pertumbuhan SESNA.
Momentum transisi energi nasional, termasuk target Net Zero Emissions 2060, dinilai menjadi peluang besar bagi pengembang energi terbarukan. Dukungan investasi dari Sriwijaya Capital, dikombinasikan dengan potensi energi surya Indonesia yang melimpah, menjadi fondasi kuat bagi pengembangan proyek-proyek SESNA ke depan.
"Investasi Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS 80 Megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah," ujar Rico.
Dengan proyek berskala besar ini, SESNA dan Sriwijaya Capital diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam mempercepat adopsi energi bersih nasional serta memperkuat daya saing industri Indonesia di era transisi energi global.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
5 Makanan Penting Penjaga Kesehatan dan Daya Tahan Pria Usia Lima Puluh Tahun Ke Atas
- Senin, 26 Januari 2026
BRIN Teliti Senyawa Kulit Manggis sebagai Kandidat Terapi Baru Kanker Payudara`
- Senin, 26 Januari 2026
Punya GERD? Jangan Salah Makan, Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari
- Senin, 26 Januari 2026
11 Obat Herbal Alami yang Dipercaya Membantu Menurunkan Kadar Gula Darah Tinggi
- Senin, 26 Januari 2026
5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
- Senin, 26 Januari 2026
Berita Lainnya
DOID Perkuat Diversifikasi Global Lewat Investasi Tambang Tembaga Australia
- Senin, 26 Januari 2026
Cek Jadwal Lengkap Kereta Api Bandara YIA Reguler dan Xpress Senin 26 Januari 2026
- Senin, 26 Januari 2026
PalmCo Kelola Lebih 600 Ribu Hektare Sawit Nasional Berbasis Transformasi
- Senin, 26 Januari 2026
PIS Angkut 170 Miliar Liter BBM dan LPG, Perkuat Ketahanan Energi Nasional Selama 2025
- Senin, 26 Januari 2026













