Kinerja Avia Avian 2026 Diproyeksi Menguat, Laba Bersih Tembus Rp1,79 Triliun
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Prospek bisnis emiten cat bangunan PT Avia Avian Tbk (AVIA) pada 2026 dinilai masih berada di jalur positif, seiring strategi ekspansi yang terus dijalankan perusahaan dan posisi pasar yang kuat di industri cat nasional.
Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan industri, kinerja keuangan AVIA diproyeksikan tetap bertumbuh dengan dukungan fundamental yang solid.
Analis pasar modal melihat bahwa upaya perusahaan dalam memperluas kapasitas produksi, memperkenalkan produk baru, serta memperkuat jaringan distribusi berpotensi menopang kinerja laba dan pendapatan pada tahun berjalan.
Baca JugaCimory Dirikan Anak Usaha Baru, Perkuat Strategi Ekspansi dan Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang
Proyeksi Laba dan Pendapatan Tahun 2026
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai kinerja AVIA pada 2026 memiliki prospek yang cenderung positif. Ia memproyeksikan laba bersih AVIA dapat mencapai sekitar Rp1,79 triliun, sementara pendapatan diperkirakan berada di level Rp8,53 triliun.
"Perusahaan menargetkan pertumbuhan setidaknya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan berencana ekspansi produksi serta produk baru untuk memperkuat pangsa pasar," kata Liza.
Menurutnya, posisi AVIA sebagai salah satu pemain utama di industri cat menjadi modal penting untuk menjaga kinerja tetap stabil di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Sentimen Positif dan Tantangan Industri
Sejumlah faktor dinilai menjadi sentimen positif bagi pergerakan kinerja AVIA. Di antaranya adalah posisi pasar yang kuat di industri cat bangunan, perluasan jaringan distribusi yang konsisten, serta peluncuran produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, peluang ekspor juga menjadi potensi tambahan pertumbuhan, terutama melalui jaringan merek seperti Dextone yang telah dikenal di pasar internasional.
Namun demikian, Liza mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu dicermati oleh investor. Ketatnya persaingan di industri cat, volatilitas harga bahan baku, serta kondisi ekonomi makro yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dapat menjadi faktor pemberat kinerja ke depan.
Dari sisi teknikal, Liza merekomendasikan saham AVIA dengan strategi speculative buy. Ia menyarankan pendekatan average up secara bertahap apabila harga saham mampu bertahan di atas level Rp500. Target jangka pendek berada di kisaran Rp530–Rp550, dengan area support pada level Rp494, Rp488, dan Rp476.
Strategi Pertumbuhan Berkelanjutan AVIA
Dari sisi internal perusahaan, AVIA menegaskan komitmennya untuk terus mengejar pertumbuhan kinerja fundamental pada 2026, baik dari sisi laba bersih maupun penjualan.
Head of Investor Relations AVIA, Andreas Timothy, menjelaskan bahwa perusahaan tetap berfokus pada implementasi strategi pertumbuhan berkelanjutan yang telah dijalankan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Strategi tersebut dirancang agar pertumbuhan usaha tetap sehat, berkesinambungan, serta adaptif terhadap dinamika pasar.
Meski demikian, AVIA belum menetapkan target kinerja secara spesifik untuk 2026. Hal ini karena manajemen masih menunggu realisasi kinerja penuh tahun buku 2025 sebagai dasar evaluasi dan penyusunan rencana lanjutan.
Yang pasti, Andreas menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap mencatatkan pertumbuhan positif meskipun tantangan ekonomi pada 2026 diperkirakan masih berlanjut.
Fokus Produksi, Distribusi, dan Loyalitas Pelanggan
Untuk mendukung target pertumbuhan, AVIA telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis utama. Di antaranya adalah optimalisasi kapasitas produksi seiring mulai beroperasinya pabrik baru, penguatan jaringan distribusi, serta peningkatan kualitas layanan pelanggan.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan program pemasaran yang lebih terarah dengan fokus pada peningkatan penjualan produk utama bermerek Avian. AVIA juga menargetkan peningkatan pangsa pasar dari merek-merek cat lain melalui kombinasi keunggulan produk dan layanan.
“Dengan fundamental bisnis yang solid, jaringan distribusi yang luas, serta fokus yang kuat pada kepuasan pelanggan dan efisiensi internal, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisi kompetitifnya di industri,” kata Andreas.
Di sisi lain, Avian Brands secara konsisten membangun ekosistem loyalitas yang kuat, tidak hanya kepada toko bahan bangunan sebagai pelanggan utama, tetapi juga kepada tukang cat sebagai pengguna akhir. Program loyalitas ini bertujuan menciptakan hubungan jangka panjang, meningkatkan repeat order, serta memperkuat preferensi merek di tingkat end user.
Perluasan Segmen B2B dan Proyek
Pada segmen B2B, AVIA juga terus mengembangkan bisnis dengan memperluas penetrasi ke berbagai sektor yang sebelumnya belum digarap secara optimal. Segmen tersebut meliputi kontraktor, desainer interior, konsultan arsitektur, perusahaan korporasi, hingga sektor pertambangan, minyak, gas, dan perkebunan.
Selain itu, AVIA membidik proyek di sektor makanan dan minuman, perbankan, hotel, restoran, kafe, minimarket, serta proyek pemerintah dan sektor strategis lainnya.
“Pendekatan yang semakin terdiversifikasi ini memperkuat posisi Avian Brands sebagai market leader di industri cat dekoratif nasional secara keseluruhan,” tutup Andreas.
Dengan strategi yang terstruktur dan dukungan fundamental yang kuat, AVIA dinilai memiliki peluang besar untuk menjaga kinerja positif sepanjang 2026.
Mazroh Atul Jannah
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi Bebek Lezat dan Terjangkau di Kuningan, Favorit Pelajar dan Mahasiswa
- Rabu, 21 Januari 2026
Kopi Lemon untuk Diet: Benarkah Efektif Membantu Menurunkan Berat Badan?
- Rabu, 21 Januari 2026
Kinerja Pariwisata Nasional 2025 Lampaui Target, Kunjungan Wisman dan Devisa Menguat
- Rabu, 21 Januari 2026
Cara Membuat Bubur Mutiara Bening dan Kenyal, Lengkap dengan Aneka Resep Lezat
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Avia Avian Siap Operasikan Pabrik Baru Cirebon, Peta Industri Cat Berubah
- Rabu, 21 Januari 2026
Danantara Umumkan Jadwal Proyek Sampah Jadi Listrik, Groundbreaking Dimulai 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Update Jadwal KA BIAS 21 Januari 2026: Rute Perjalanan dan Harga Tiket Lengkap
- Rabu, 21 Januari 2026



.jpg)





.png)



