Pertamina Dan POSCO Kolaborasi Kembangkan Teknologi Rendah Karbon

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:44:01 WIB
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon. (Sumber Foto:NET)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) semakin agresif memperluas jaringan internasional guna mempercepat transisi energi di Indonesia. 

Perusahaan energi nasional ini menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, Posco International Corporation, untuk pengembangan teknologi rendah karbon.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Rabu (1/4/2026) di Korea Selatan. Kerja sama ini menjadi bukti nyata penguatan kolaborasi bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya di sektor energi berkelanjutan.

Dikutip dari Investortrust, prosesi penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Chief Executive Officer Posco International Kye-In Lee. 

Momentum ini juga bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan.

Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak akan mengeksplorasi sejumlah teknologi krusial untuk menekan emisi. Fokus utamanya meliputi pengembangan Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Teknologi tersebut dirancang untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon agar tidak terlepas ke atmosfer. Selain itu, cakupan kerja sama ini juga mencakup pengembangan amonia, hidrogen biru, serta berbagai potensi pada sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa kolaborasi global ini sangat penting untuk mempercepat implementasi teknologi bersih di tanah air.

"Kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Pertamina untuk mempercepat pengembangan ekosistem teknologi rendah karbon di Indonesia, dengan pemanfaatan teknologi CCS/CCUS, pengembangan hidrogen biru, hingga energi baru terbarukan yang diharapkan dapat mendukung target penurunan emisi sekaligus membuka peluang ekonomi karbon di masa depan," ujar Simon.

Dorong Ketahanan Energi Nasional

Kerja sama ini tidak terbatas pada aspek teknis semata. Pertamina dan POSCO juga akan melakukan kajian mendalam terkait model bisnis, kesiapan regulasi, hingga potensi pasar untuk memastikan keberlanjutan proyek di masa depan.

Sinergi ini diproyeksikan mampu mengakselerasi pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia. Target tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global melalui keseimbangan emisi karbon.

Penerapan teknologi rendah karbon juga dipandang sebagai strategi menjaga ketahanan energi nasional. Integrasi hidrogen biru dan CCS memungkinkan penggunaan energi yang lebih bersih tanpa mengganggu stabilitas pasokan energi di tengah tekanan global terhadap bahan bakar fosil.

Melalui kemitraan ini, Pertamina mempertegas transformasi bisnisnya dari sekadar perusahaan energi konvensional menjadi pemain aktif dalam ekosistem energi masa depan. Kolaborasi ini turut membuka pintu investasi dan transfer teknologi bagi industri energi di Indonesia.

Terkini