The Battery Show Asia 2026 Perkuat Ekosistem Baterai RI di Dunia

Jumat, 08 Mei 2026 | 16:19:44 WIB
The Battery Show Asia - Indonesia 2026 akan menjadi platform bertemunya pelaku industri nasional. (Foto:NET)

JAKARTA – Indonesia terus memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem energi global melalui penyelenggaraan The Battery Show Asia - Indonesia 2026. 

Ajang internasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem baterai tanah air di mata dunia sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.

Penyelenggaraan pameran ini merupakan respons atas transformasi Indonesia yang kini beralih dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pusat manufaktur baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi di kawasan Asia. Dengan cadangan nikel yang melimpah, baterai kini diposisikan sebagai pilar utama bagi masa depan industri hijau nasional.

Acara yang akan berlangsung pada 2-5 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran ini akan mempertemukan para pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari produsen sel baterai, sistem manajemen baterai (BMS), hingga teknologi daur ulang baterai. 

Kehadiran investor, regulator, dan institusi riset global dalam pameran ini diharapkan mampu menciptakan kolaborasi yang konkret.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menekankan bahwa transisi energi melalui pengembangan industri baterai adalah solusi tepat untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor formal.

"Saat ini kami memiliki hampir 148 juta tenaga kerja, yang mana 60% itu berada di sektor informal. Kami butuh industri dan manufaktur sebagai penyerap tenaga kerja terbaik. 

Tenaga kerja terampil, terdidik, terbaik itu penyerapannya adalah di sektor formal. Nah, industri dan manufaktur yang akan tumbuh dan hidup, berkembang. Karena adanya transisi energi ini, dengan hadirnya green manufacturing, green industries, dan green jobs, itu yang kami butuhkan," kata Eddy.

Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara menyatakan bahwa pameran ini akan mengupas topik-topik krusial, termasuk regulasi pengelolaan sampah baterai dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era digitalisasi industri.

"Mereka adalah investor, pelaku manufaktur, regulator, asosiasi industri, hingga institusi riset. Sementara, asosiasi yang terlibat adalah Perkumpulan Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI) dan National Battery Research Institute (NBRI). Pada forum diskusi akan dibahas topik investasi, efisiensi produksi, keamanan baterai, serta kesiapan sumber daya manusia. Salah satu topik menarik yang akan dikupas adalah, pengelolaan dan regulasi dari pengelolaan sampah baterai di Indonesia," ujar Hanung Hanindito, Deputy Event Director Pamerindo Indonesia.

Terkini