Proyek DME Berisiko Tambah Emisi, Pakar Dorong Adopsi Teknologi CCUS

Rabu, 06 Mei 2026 | 10:51:23 WIB
Ilustrasi hilirisasi batubara

JAKARTA – PTBA menegaskan isu harga DME batu bara teratasi dan siap ganti 1 juta ton LPG guna memperkuat ketahanan energi serta mengurangi beban impor nasional tahun ini.

Langkah hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether terus menunjukkan kemajuan signifikan di bawah koordinasi perusahaan tambang pelat merah. Target besar telah ditetapkan untuk menggeser ketergantungan pada energi impor yang selama ini membebani neraca perdagangan.

"Harapannya hilirisasi batubara menjadi DME ini bisa menggantikan sekitar 1 juta ton impor LPG per tahun," ujar Arsal Ismail, selaku Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, dilangir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).

Arsal Ismail menjelaskan bahwa perhitungan keekonomian proyek ini telah mencapai titik temu sehingga hambatan biaya produksi yang selama ini dikhawatirkan sudah mendapatkan solusi konkret. Penyesuaian skema harga menjadi faktor kunci yang memungkinkan operasional berjalan tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan.

Kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi fokus utama dalam peta jalan pengembangan energi baru ini. Distribusi logistik ke wilayah-wilayah strategis mulai dipetakan agar masyarakat dapat mengakses sumber energi alternatif tersebut dengan mudah.

Penggunaan batubara kalori rendah akan dioptimalkan dalam proses gasifikasi ini agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Upaya tersebut sejalan dengan visi transformasi energi nasional yang memprioritaskan pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal.

Efisiensi biaya di tingkat hulu diprediksi akan menjadi penentu daya saing produk akhir di pasar domestik. Transformasi ini tidak hanya bicara soal bisnis melainkan tentang kedaulatan energi nasional di masa depan.

Terkini