JAKARTA – PT Andalan Artha Primanusa pacu jasa kontraktor batu bara dan nikel dengan memperkuat armada alat berat guna memenuhi tingginya permintaan pasar energi global.
Sektor jasa pertambangan menunjukkan tren penguatan seiring dengan stabilitas harga komoditas mineral di pasar internasional. Perusahaan penyedia jasa kontraktor mulai mengambil langkah agresif untuk meningkatkan kapasitas produksi guna mengejar target volume tahunan.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan standar operasional dan memperluas jangkauan layanan di berbagai site tambang strategis," ujar Budi Santoso, selaku Direktur Operasional perusahaan, dilangir dari berbagai sumber, Rabu (6/5/2026).
Budi Santoso menjelaskan bahwa pengadaan unit alat berat baru menjadi prioritas utama demi menjamin kelancaran aktivitas pengerukan dan pengangkutan material. Optimalisasi alat ini diharapkan mampu meminimalisir waktu henti operasional yang sering menjadi kendala di lapangan.
Pihak manajemen menilai bahwa diversifikasi ke sektor nikel merupakan langkah tepat untuk menjaga keseimbangan portofolio bisnis perusahaan. Hal ini dilakukan mengingat nikel memiliki prospek cerah sebagai komponen utama dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.
Budi berpendapat, bahwa sinergi antara teknologi pemantauan jarak jauh dengan keahlian operator di lapangan akan menghasilkan produktivitas yang jauh lebih tinggi. Penerapan sistem manajemen tambang berbasis digital kini mulai diimplementasikan secara bertahap.
Langkah ekspansi ini juga melibatkan pengembangan sumber daya manusia lokal di sekitar wilayah operasional tambang. Perusahaan percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus sejalan dengan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat setempat