JAKARTA – Kinerja keuangan PT Bumi Resources Tbk menunjukkan bahwa EBITDA non-batu bara naik signifikan, memberikan angin segar bagi prospek saham BUMI di pasar modal.
Transformasi bisnis yang dilakukan oleh raksasa tambang ini mulai membuahkan hasil nyata pada laporan keuangan terbarunya. Fokus pada diversifikasi pendapatan di luar komoditas emas hitam menjadi motor penggerak stabilitas perusahaan.
"Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi kami, di mana EBITDA non-batu bara naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya," ujar Dileep Srivastava, selaku Director & Corporate Secretary Bumi Resources, dilangir dari berbagai sumber, Selasa (5/5/2026).
Dileep Srivastava menyampaikan bahwa efisiensi operasional dan optimalisasi lini bisnis pendukung memberikan kontribusi besar terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Angka pertumbuhan yang dicapai melampaui target internal yang ditetapkan pada awal tahun 2026.
Analis pasar modal melihat pergerakan ini sebagai sinyal pemulihan fundamental yang lebih sehat bagi emiten tersebut. Kebergantungan pada fluktuasi harga pasar batu bara global perlahan mulai berkurang secara terstruktur.
Dileep berpendapat, bahwa penguatan sektor non-tambang ini akan menjaga arus kas tetap positif meskipun industri energi fosil sedang menghadapi tantangan transisi global. Strategi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham secara berkelanjutan.
Sentimen positif ini diprediksi akan menarik minat investor institusi untuk kembali melirik portofolio sektor energi. Penguatan posisi keuangan menjadi fondasi penting bagi rencana ekspansi perusahaan di masa mendatang.