Tol Prosiwangi Tahap I Segera Operasi, Waktu Tempuh ke Bali Terpangkas

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 06 Juli 2026
Tol Prosiwangi Tahap I Segera Operasi, Waktu Tempuh ke Bali Terpangkas
Tol Prosiwangi Tahap I (Gending-Besuki) siap beroperasi dengan sertifikasi laik fungsi lengkap. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) saat ini tengah bersiap memasuki babak baru pengoperasian penuh untuk Tahap I (Ruas Gending-Besuki).

Kehadiran jalur bebas hambatan yang diinisiasi oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk ini menjadi penghubung strategis yang memangkas durasi perjalanan menuju Pulau Bali karena rute dari Probolinggo ke Banyuwangi kini terpangkas signifikan menjadi hanya sekitar 3 jam saja dari yang semula memakan waktu hingga 5 jam.

Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), pembangunan fisik proyek jalan tol ini memperlihatkan perkembangan yang sangat positif.

Untuk Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km) dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km) pengerjaannya sudah rampung 100 persen serta mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).

Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,60 km juga sudah merampungkan seluruh lajur utama (mainroad) sejak April 2026 lalu, dan saat ini sedang berada dalam tahap finalisasi administrasi serta proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) untuk memastikan standar keamanan jalan sebelum diresmikan.

Urgensi jalan tol ini sebagai jalur utama mudik juga sudah teruji nyata saat dioperasikan secara fungsional pada masa mudik dan balik Lebaran 2026 yang jatuh pada rentang 13-29 Maret lalu.

Seluruh rangkaian jalur tersebut sukses melayani total 226.028 pergerakan kendaraan dengan aman.

Jumlah tersebut mencatatkan lonjakan hingga 12 persen melampaui prediksi lalu lintas awal yang hanya berada di angka 201.407 armada kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga, dari Sumbernya, mengungkapkan bahwa pengerjaan infrastruktur ini memprioritaskan dampak komersial yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan para pelaku usaha di sekitar koridor jalan tol.

“Jalan Tol Prosiwangi dirancang untuk menjadi urat nadi utama komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas, inklusif, dan cepat bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat yang selama ini terkendala waktu tempuh logistik yang melalui jalan nasional. Selain itu, akses untuk destinasi pariwisata di ujung timur Pulau Jawa juga semakin mudah,” papar dari Sumbernya.

Secara teknis, integrasi Tol Prosiwangi memang menghadirkan efisiensi durasi perjalanan yang sangat signifikan di Jawa Timur.

Selain memotong jalur ke Banyuwangi yang menjadi gerbang penyeberangan menuju Bali menjadi 3 jam, rute dari Probolinggo menuju Besuki yang biasanya memakan waktu hingga 2 jam kini bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 15 menit dengan asumsi kecepatan berkendara rata-rata 80-100 km/jam.

Efisiensi durasi perjalanan ini dipastikan bakal mempermudah rantai pasok ke kawasan industri Paiton, memicu akselerasi wisata ke Kawah Ijen, Baluran, hingga Pantai Pasir Putih Situbondo, serta mempercepat pergerakan truk logistik menuju gerbang penyeberangan utama di Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Pulau Bali.

Di sisi lain, ekosistem ekonomi baru seperti pembangunan rest area dan perhotelan di sekitar interchange juga mulai tumbuh subur dengan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari warga lokal.

“Jalan Tol Prosiwangi ini pada akhirnya akan menjadi jembatan peradaban strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Proyek ini melengkapi dan mengunci bentangan konektivitas dari ujung barat di Jakarta hingga ke ujung paling timur Pulau Jawa. Melalui rantai jaringan tol yang solid ini, Jasa Marga berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeadilan, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata di setiap jengkal lajur yang dilalui masyarakat,” tutup dari Sumbernya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua