Pertamina Drilling Tanam 800 Mangrove, Perkuat Aksi Kurangi Emisi

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Senin, 06 Juli 2026
Pertamina Drilling Tanam 800 Mangrove, Perkuat Aksi Kurangi Emisi
Jajaran manajemen dan pekerja Pertamina Drilling menanam 800 pohon mangrove di Pulau Pari sebagai bagian dari aksi lingkungan. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan menanam 800 pohon mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (4/7).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran manajemen serta pekerja (Perwira) Pertamina Drilling sebagai wujud tekad korporasi dalam mendukung pemeliharaan ekosistem serta penyusutan emisi karbon pada bidang minyak dan gas.

Penyemaian mangrove menjadi bagian dari rangkaian Hari Lingkungan Hidup 2026 yang mengangkat tema “Pencegahan Pencemaran Karbon pada Operasional Industri Minyak dan Gas.”

Program ini menyempurnakan beraneka kegiatan sebelumnya, seperti Sustainability Talk untuk menaikkan pemahaman lingkungan pekerja serta pemasangan SRIKANDI, tempat sampah cerdas berbasis teknologi yang menunjang penanganan sisa buangan di area kantor.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan setiap 5 Juni merupakan momentum internasional yang ditentukan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memacu kesadaran serta tindakan nyata dalam menjaga keberlangsungan alam.

Selaku entitas anak dari PT Pertamina Hulu Energi, Pertamina Drilling terus menyatukan aspek ekosistem dalam kinerja korporasi.

Langkah tersebut selaras dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, serta menunjang ketetapan internasional Paris Agreement, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta pemakaian pilar Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis Pertamina Drilling, dari Sumbernya, menuturkan aksi penyemaian mangrove adalah bagian dari janji korporasi dalam membangun operasional yang bertahan lama sembari memberikan faedah bagi alam serta masyarakat.

“Penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan. Kami ingin setiap perwira Pertamina Drilling memiliki kepedulian terhadap pelestarian alam dan berkontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon melalui aksi yang memberikan dampak langsung,” ujar dari Sumbernya.

Dirinya menambahkan, area mangrove mempunyai peran krusial dalam mengikat karbon atau blue carbon yang daya tampungnya bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat lebih masif disandingkan dengan hutan tropis di daratan.

Di luar itu, mangrove pun berperan menjaga wilayah pesisir dari pengikisan, menjadi rumah bagi berbagai biota laut, serta menunjang keberlanjutan ekosistem pantai.

Pada tahun ini, Pertamina Drilling menanam sebanyak 800 pohon mangrove di Pulau Pari dan akan terus bertambah.

Sebelumnya, pada 2025 korporasi sudah menanam 1.000 pohon mangrove sebagai bagian dari agenda pemulihan wilayah pesisir.

Lewat rangkaian aksi Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Drilling juga membidik kenaikan kesadaran serta literasi pekerja terhadap masalah ekosistem, pemakaian penanganan sampah berbasis teknologi di kantor pusat, pemantapan budaya Health, Safety, and Environment (HSE), serta pendataan seluruh hasil program dalam Sustainability Report 2026.

Dengan beraneka inisiatif tersebut, Pertamina Drilling menegaskan tekadnya untuk terus menunjang peralihan menuju industri energi yang makin bersahabat dengan alam lewat kemitraan, inovasi, serta aksi konkret dalam menjaga keberlangsungan bumi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua