Riau Targetkan 622 Sumur Migas Baru, Kuasai Pengeboran Nasional

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Rabu, 01 Juli 2026
Riau Targetkan 622 Sumur Migas Baru, Kuasai Pengeboran Nasional
Pembangunan 622 sumur migas baru di Riau ditargetkan mendukung produksi minyak nasional 1 juta barel per hari pada 2030. (Sumber Foto: NET)

PEKANBARU - Wilayah Riau kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu kawasan krusial guna mendukung ketahanan energi negara. 

Pemerintah menetapkan target pembangunan 622 rencana sumur minyak dan gas (migas) baru di Riau sebagai bagian dari usaha meraih target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2030.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menuturkan bahwa besaran proyek tersebut mencakup kisaran 65 persen dari seluruh rencana pengeboran sumur migas secara nasional.

"Saat ini terdapat target 622 proyek sumur migas baru di Riau atau sekitar 65 persen dari rencana nasional," ujar SF Hariyanto, Selasa (30/6/2026).

Guna memberikan dukungan terhadap agenda strategis negara tersebut, Pemprov Riau telah menyusun Gugus Tugas Kelancaran Produksi Migas Blok Rokan. Kelompok kerja gabungan ini mengikutsertakan beragam instansi, antara lain TNI, Polri, Kejaksaan, SKK Migas, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta sejumlah badan terkait lainnya.

Menurut SF Hariyanto, pembentukan gugus tugas menjadi tindakan nyata guna menjamin seluruh alur pengembangan sumur migas dapat terlaksana sesuai rancangan.

"Berbagai kendala yang muncul di lapangan, baik teknis maupun nonteknis, akan ditangani secara terpadu agar tidak menghambat target produksi," katanya.

SF Hariyanto beranggapan besarnya porsi proyek pengeboran di Riau membuktikan wilayah ini masih memiliki cadangan sumber daya migas yang sangat besar. 

Dirinya mengungkapkan Blok Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan sampai saat ini terus menjadi salah satu kontributor utama produksi minyak nasional. 

Menurut pendapatnya, kesuksesan mencapai target produksi minyak nasional sebanyak 1 juta barel per hari tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, namun juga memerlukan dukungan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

Melalui gugus tugas yang telah dibentuk, berbagai persoalan seperti pembebasan lahan, tahapan perizinan, hingga koordinasi antar sektor akan dikawal secara intensif supaya seluruh fase pengembangan sumur migas dapat berlangsung tepat waktu.

"Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis target pembangunan sumur migas baru ini dapat tercapai sesuai jadwal," tegas SF Hariyanto.

Pemerintah Provinsi Riau berharap akselerasi pengembangan sektor migas tidak hanya menopang ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi wilayah, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan taraf hidup masyarakat.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua