China Jalankan Tiga Lini Produksi Serat Karbon Mutakhir

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 30 Juni 2026
China Jalankan Tiga Lini Produksi Serat Karbon Mutakhir
China National Building Material Group resmi operasikan tiga lini produksi serat karbon berkinerja tinggi di Lianyungang. (Sumber Foto: NET)

BEIJING - China National Building Material Group Co., Ltd. (CNBM) mulai menjalankan tiga lini produksi serat karbon berkinerja tinggi bertaraf internasional pada Minggu yang memperkokoh pasokan produk serat karbon premium di China.

Lini produksi tersebut, yang berada di basis Lianyungang milik anak perusahaan CNBM, Zhongfu Shenying Carbon Fiber Co., Ltd., di Provinsi Jiangsu, China timur, meliputi tiga jenis utama serat karbon, yakni serat karbon serbaguna, serat karbon berkekuatan tinggi, dan serat karbon bermodulus tinggi.

Serat karbon, yang masyhur karena bobotnya yang enteng, kekuatannya yang besar, serta ketahanannya terhadap korosi, dimanfaatkan secara luas di beragam sektor, seperti energi baru; kedirgantaraan; pengaplikasian di laut dalam, Bumi dalam (deep-Earth), dan luar angkasa dalam (deep space); perlengkapan olahraga; serta perangkat elektronik 3C.

Lini produksi baru itu, yang dikembangkan secara mandiri oleh Zhongfu Shenying, terdiri dari satu lini serat karbon large-tow berkapasitas 5.000 ton, satu lini serat karbon berkekuatan tinggi tipe SYT70 T1100 berkapasitas 1.000 ton, serta satu lini serat karbon bermodulus tinggi dengan kapasitas 600 ton.

Chairman CNBM Zhou Yuxian mengatakan, "peluncuran tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah struktural, seperti pasokan produk serat karbon high-end yang tidak mencukupi dan spektrum produk yang belum lengkap, sekaligus memungkinkan cakupan penuh di seluruh kategori, mulai dari produk serbaguna, produk berkekuatan tinggi, dan produk bermodulus tinggi."

"Lini-lini produksi baru ini juga akan membantu mengatasi berbagai tantangan umum dalam engineering dan produksi massal material high-end, serta akan secara signifikan meningkatkan keamanan dan ketahanan pasokan material strategis utama China," ujar Zhou.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua