Tiongkok Produksi Matahari Buatan dari Baja Lokal, Hasilkan Energi Bersih

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Selasa, 30 Juni 2026
Tiongkok Produksi Matahari Buatan dari Baja Lokal, Hasilkan Energi Bersih
Ilustrasi Matahari buatan China. (Sumber Foto: bloombergtechnoz.com)

PONTIANAK  – Tiongkok mengklaim sukses membangun komponen utama reaktor fusi nuklir atau matahari buatan sepenuhnya dengan teknologi serta material domestik. 

Pencapaian ini ditandai dengan keberhasilan uji penuh dua magnet superkonduktor yang berperan sebagai jantung proyek Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST).

Mengutip Global Times, Senin (29/6), sukses tersebut mencerminkan lokalisasi 100 persen seluruh teknologi inti proyek EAST, meliputi material, desain, hingga tahapan manufakturnya. 

Dua komponen yang berhasil diuji adalah magnet medan toroidal dan kumparan solenoida pusat superkonduktor. Keduanya berperan menjaga plasma bersuhu sangat tinggi tetap stabil di dalam reaktor agar reaksi fusi dapat terus berlangsung.

Pakar elektromagnetik Tiongkok, Song Zhongping, menjelaskan bahwa tanpa sistem magnet itu, plasma akan menyebar sehingga reaksi fusi tidak dapat dipertahankan. "Magnet tersebut bekerja layaknya kandang baja tahan karat yang mengurung bola api plasma bersuhu ekstrem," kata Song.

Direktur ASIPP Song Yuntao menyebut seluruh material utama yang digunakan pada magnet, mulai dari baja khusus, bahan isolasi hingga material superkonduktor, diproduksi sepenuhnya di Tiongkok. Capaian itu disebut sebagai tonggak penting menuju kemandirian teknologi energi fusi.

Secara teknis, sistem magnet EAST juga diklaim melampaui proyek International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER). Desain magnet buatan Tiongkok memiliki volume sekitar 1,3 kali lebih besar dengan kapasitas penyimpanan energi tiga kali lebih tinggi dibandingkan sistem serupa pada ITER.

Keberhasilan mengembangkan seluruh komponen utama secara mandiri memperkuat posisi Tiongkok dalam persaingan teknologi energi fusi, yang diharapkan menjadi sumber energi bersih masa depan karena mampu menghasilkan energi besar tanpa emisi karbon seperti pembangkit berbahan bakar fosil.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua