TN Batang Gadis Tangkap 13 Juta Ton Emisi Karbon per Tahun

FE
Ferdi Tri Nor Cahyo

Editor: Yoga Susila Utama

Jumat, 19 Juni 2026
TN Batang Gadis Tangkap 13 Juta Ton Emisi Karbon per Tahun
Taman Nasional Batang Gadis mampu menyerap 13 juta ton emisi karbon setiap tahun. (Sumber Foto: NET)

Mandailing Natal – Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) bukan sekadar tempat tinggal bagi beragam flora serta fauna unik asal Sumatera, melainkan turut memiliki andil krusial dalam menjaga stabilitas lingkungan serta menekan dampak perubahan iklim lewat kapasitasnya dalam mengikat emisi karbon dari atmosfer. 

Merujuk pada hasil analisis data tutupan lahan di wilayah TNBG, kawasan konservasi yang membentang seluas 72.803,75 hektare tersebut sanggup mengikat karbon sebesar 13.039.975,79 ton CO? setiap tahun.

Besarnya kapasitas serapan karbon tersebut membuktikan bahwa hutan TNBG berfungsi sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) yang amat vital dalam menekan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. 

Jika dikonversikan, volume karbon yang diikat oleh kawasan TNBG tiap tahunnya sebanding dengan emisi yang dihasilkan oleh kurang lebih 2,8 juta unit mobil penumpang dalam setahun.

Lonjakan emisi karbon merupakan satu di antara pemicu utama terjadinya pemanasan global serta perubahan iklim. Dampaknya dirasakan dalam berbagai wujud, mulai dari kenaikan suhu bumi, pergeseran pola cuaca, menyusutnya keanekaragaman hayati, hingga meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi. 

Dalam situasi tersebut, eksistensi kawasan hutan yang terpelihara menjadi salah satu jawaban alami yang ampuh untuk membantu menekan dampak perubahan iklim.

Selain berperan sebagai hunian bagi berbagai jenis flora serta fauna, hutan TNBG juga memiliki fungsi strategis sebagai penyimpan dan pengikat karbon, pengelola tata air, serta penyangga kehidupan bagi masyarakat di sekitar wilayah tersebut. 

Maka dari itu, upaya perlindungan serta pengelolaan kawasan menjadi amat krusial guna menjamin fungsi ekologis tersebut senantiasa terjaga.

Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis, Ir. Agusman, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa kemampuan serapan karbon yang dimiliki TNBG merupakan bukti nyata pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan. 

Menurutnya, hutan yang terpelihara tidak sekadar memberikan manfaat bagi keanekaragaman hayati, tetapi juga berperan langsung dalam menekan dampak perubahan iklim yang kini menjadi tantangan dunia.

"Taman Nasional Batang Gadis memiliki peran yang sangat penting sebagai penyerap karbon alami. Oleh karena itu, menjaga kelestarian kawasan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat. Hutan yang lestari akan terus memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang," ujar Agusman.

Guna memelihara fungsi serapan karbon tersebut, Balai Taman Nasional Batang Gadis secara ajek menjalankan patroli pengamanan serta penjagaan hutan demi mencegah bermacam gangguan seperti perambahan, pembalakan liar, serta aktivitas lain yang berisiko merusak kawasan. 

Di samping itu, Balai TNBG pun terus menjalankan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat mengenai urgensi menjaga kelestarian hutan serta peran hutan dalam mengikat karbon dan menekan dampak perubahan iklim.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua