Selasa, 26 Mei 2026

Pacu Inisiatif RE100, Climate Group Soroti Hambatan Energi Hijau RI

Pacu Inisiatif RE100, Climate Group Soroti Hambatan Energi Hijau RI
Climate Group Soroti Hambatan Energi Hijau RI. (Sumber Foto: NET)

JAKARTA – Director of Energy at Climate Group, Sam Kimmins, menyatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengakselerasi pemanfaatan energi terbarukan melalui inisiatif RE100. 

Namun, ia menilai masih terdapat beberapa hambatan kebijakan yang menyulitkan perusahaan untuk mengakses listrik hijau secara langsung.

“Di Indonesia, ada 133 anggota internasional kami yang beroperasi,” kata Kimmins saat ditemui di sela-sela agenda Climate Group Asia Action Summit di Singapura pada Kamis, 21 Mei 2026. 

Baca Juga

Gandeng Negara Lain, Indonesia Pacu Transisi Energi Global yang Adil

Menurut Kimmins, Climate Group saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Indonesia agar mau bergabung dalam kampanye RE100, yakni inisiatif global bagi perusahaan yang berkomitmen menggunakan 100 persen listrik dari sumber energi terbarukan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan RE100 di setiap negara senantiasa melibatkan organisasi lokal. Di Indonesia, Climate Group bermitra dengan Institute for Essential Services Reform (IESR) untuk memperkenalkan skema tersebut kepada pelaku usaha maupun pemerintah. 

Kimmins menegaskan bahwa organisasi lokal memiliki peran vital karena mereka memahami kondisi kebijakan di lapangan serta mampu menjadi penghubung komunikasi dengan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah Indonesia cukup terbuka dalam diskusi mengenai pengembangan energi terbarukan dan mekanisme investasi hijau. 

Ia mengungkapkan bahwa tantangan utama di Indonesia adalah absennya mekanisme yang mengizinkan produsen energi terbarukan independen menjual listrik secara langsung kepada perusahaan melalui jaringan PLN. 

Padahal, skema perjanjian pembelian listrik atau power purchase agreement (PPA) dianggap krusial untuk menekan harga listrik hijau sekaligus menarik akses pembiayaan swasta bagi proyek energi terbarukan.

Saat ini, Climate Group masih terus berdialog dengan pemerintah terkait penggunaan jaringan listrik bersama agar pengembang independen bisa menyalurkan energi terbarukan kepada pelanggan korporasi melalui infrastruktur PLN. 

Skema tersebut dinilai menguntungkan semua pihak: PLN mendapatkan pendapatan dari jasa transmisi, sementara pengembang memperoleh kepastian pembeli. 

Selain akses jaringan, Kimmins juga menyoroti subsidi energi fosil di Indonesia yang membuat harga energi konvensional tampak lebih murah, sehingga menghambat daya saing energi terbarukan. 

Meski biaya produksi energi bersih sebenarnya lebih murah, sinyal harga tersebut belum dirasakan pasar karena adanya dukungan terhadap sistem energi lama. Climate Group tidak mendorong subsidi tambahan, melainkan mendukung pembukaan akses pasar agar energi bersih dapat bersaing secara sehat.

Ferdi Tri Nor Cahyo

Ferdi Tri Nor Cahyo

idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

MedcoEnergi Genjot Produksi Migas dan Kembangkan Energi Terbarukan

MedcoEnergi Genjot Produksi Migas dan Kembangkan Energi Terbarukan

SINI Siapkan Rights Issue Rp3,6 T untuk Akuisisi Tambang PTRO

SINI Siapkan Rights Issue Rp3,6 T untuk Akuisisi Tambang PTRO

Polres Gowa Pasang Garis Polisi di Tambang Emas Liar Biringbulu

Polres Gowa Pasang Garis Polisi di Tambang Emas Liar Biringbulu

Warga Bekasi Gemari Jargas, BPH Migas Dorong Perluasan Sambungan

Warga Bekasi Gemari Jargas, BPH Migas Dorong Perluasan Sambungan

Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas Pertamina Patra Niaga

Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas Pertamina Patra Niaga