PLN EPI dan Sorbu Agro Bangun Bioenergi Sorgum di Gorontalo
- Rabu, 20 Mei 2026
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki kolaborasi pengembangan bioenergi berbahan dasar sorgum bersama PT Sorbu Agro Energi sebagai langkah mendukung transisi energi serta target net zero emission (NZE).
Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan di Jakarta pada Senin (18/5).
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menyatakan bahwa biomassa memiliki keunggulan dalam mereduksi emisi karbon secara langsung lewat substitusi batu bara pada pembangkit listrik.
Baca JugaDBH Migas Turun Drastis, Pembangunan Infrastruktur Tanjabtim Melambat
"Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi," ujar dia dalam keterangan pers, Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan, pengembangan bioenergi dari sorgum tidak sekadar mendukung transisi energi, tetapi juga sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah terkait ketahanan energi dan pangan nasional.
Kini, sejumlah negara seperti Korea Selatan dan Jepang terus meningkatkan pemanfaatan biomassa serta mencari sumber pasokan baru.
PLN EPI sendiri telah mengembangkan hampir 14 jenis biomassa untuk kebutuhan cofiring PLTU. Hingga saat ini, perusahaan telah mengamankan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra.
Dalam kolaborasi ini, PLN EPI berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara kegiatan budidaya dilakukan oleh mitra. PLN EPI memastikan kepastian serapan serta skema bisnis yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
"Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan," tambah Hokkop.
Sementara itu, Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mengelola konsesi sekitar 10.000 hektare di Gorontalo, dengan potensi pengembangan hingga 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial.
Pengembangan awal akan dilaksanakan di Desa Totopo, Gorontalo, dengan luas 218 hektare yang berlokasi sekitar 56 kilometer dari PLTU Anggrek Gorontalo Utara.
Proyek ini akan dikembangkan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan Pemerintah/BUMN, masyarakat/komunitas, swasta, akademisi, dan media.
"Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya.
Kolaborasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo," ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama kedua pihak mencakup studi pengembangan bioenergi, pengembangan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan biomassa kayu dan sumber daya hayati lain untuk mendukung transisi energi nasional.
Kolaborasi pengembangan bioenergi sorgum ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih berbasis kerakyatan, di mana potensi lokal diolah menjadi solusi global untuk menurunkan emisi, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












