Papua Tengah Fasilitasi 250 Pelajar OAP Masuk Sekolah Kedinasan
- Selasa, 19 Mei 2026
NABIRE - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Papua Tengah menyediakan fasilitas bagi 250 pelajar orang asli Papua (OAP) demi mengikuti seleksi sekolah kedinasan melalui penerapan program bimbingan belajar (bimbel) serta sistem pendampingan yang terpadu.
Kepala BKPSDM Provinsi Papua Tengah, Denci Meri Nawipa menjelaskan bahwa wujud dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah bukan hanya sebatas penyampaian informasi, melainkan juga pembekalan di bidang teknis.
Program ini sengaja dihadirkan agar para siswa memiliki kesiapan yang makin matang sewaktu menghadapi ujian berbasis computer assisted test (CAT).
Baca Juga
Ia menyambung, ke depannya sebanyak 250 pelajar OAP tersebut akan mengikuti kelas bimbel secara gratis selama jangka waktu satu bulan di Jayapura, yang mana juga dilengkapi dengan pelaksanaan simulasi ujian CAT.
“Seluruh kebutuhan mulai dari pemeriksaan kesehatan, tiket perjalanan, hingga biaya bimbel ditanggung oleh pemerintah provinsi,” ujarnya, Senin (18/5/2026), melansir dari berbagai sumber.
Denci menjabarkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk membuka akses masuk sekaligus memperluas wawasan para murid terkait beragam pilihan sekolah kedinasan yang ada di bawah naungan kementerian.
Pihak BKPSDM sendiri telah melakukan koordinasi dengan jajaran kementerian yang membawahi institusi sekolah kedinasan, beberapa di antaranya Politeknik Keuangan Negara STAN, Politeknik Statistika STIS, Politeknik Imigrasi, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
“Selama ini masyarakat hanya mengenal IPDN sebagai sekolah kedinasan, padahal ada banyak sekolah kedinasan lain di kementerian berbeda,” jelasnya.
Jumlah 250 pelajar OAP yang mendapatkan fasilitas ini dikumpulkan dari delapan daerah kabupaten, dengan kuota rata-rata berkisar 32 orang di setiap kabupaten. Mereka merupakan para alumnus tingkat SMA/SMK dari angkatan tahun 2024 sampai 2026, atau yang masuk dalam rentang umur antara 18 hingga 21 tahun.
Dalam kesempatan tersebut, Denci juga memberi garansi bahwa para pelajar yang kelak dinyatakan lulus seleksi akan tetap mendapatkan dukungan dari jajaran pemerintah daerah, termasuk pengadaan fasilitas tempat tinggal seandainya sekolah kedinasan yang dituju nanti tidak menyediakan asrama untuk siswanya.
“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan generasi Papua Tengah yang unggul dan siap mengabdi melalui jalur kedinasan,” tegasnya, dilansir dari Berbagai Sumber.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












