Harga Batu Bara Bertahan di Atas USD130 Meski Risiko Koreksi Terbuka
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Pergerakan harga batu bara bertahan di atas USD130 per ton, namun para pelaku pasar mulai mencermati risiko koreksi yang membayangi sektor komoditas energi.
Kondisi pasar komoditas saat ini menunjukkan daya tahan yang cukup solid setelah sempat mengalami fluktuasi tajam pada pekan sebelumnya.
"Meskipun permintaan dari China masih stabil, namun secara teknis harga mulai memasuki area jenuh beli yang rentan terhadap aksi ambil untung," ujar Hendra Sinadia, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Kamis (30/4/2026).
Baca JugaSubsidi Motor Listrik Polytron Bikin Harga Turun Jadi 11 Jutaan
Hendra Sinadia berpendapat bahwa keseimbangan antara pasokan dari negara produsen utama dan kebutuhan pembangkit listrik di wilayah Asia akan menentukan arah harga pada bulan depan.
Stok di beberapa pelabuhan utama terpantau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri selama masa transisi cuaca kali ini.
Pelaku pasar modal tetap memantau rilis data ekonomi makro dari negara-negara konsumen besar guna memprediksi volume permintaan jangka panjang.
Tekanan terhadap harga bisa datang kapan saja jika terjadi perubahan kebijakan energi yang signifikan di pasar internasional.
Nilai tukar mata uang dolar terhadap rupiah juga ikut memengaruhi margin keuntungan perusahaan tambang domestik yang berorientasi ekspor.
Beberapa analis menyarankan agar pemangku kepentingan tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin muncul secara tiba-tiba di lantai bursa.
Ketahanan harga di level psikologis ini menjadi indikator penting bagi kesehatan neraca perdagangan nasional di sektor nonmigas.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












