Pakar Wanti-Wanti Suhu Panas Percepat Degradasi Baterai EV
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Pakar otomotif memberikan wanti-wanti mengenai fenomena suhu panas percepat degradasi baterai EV yang dapat memperpendek usia pakai kendaraan listrik secara drastis.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah belakangan ini mulai memicu kekhawatiran terkait daya tahan komponen vital pada ekosistem kendaraan ramah lingkungan.
"Paparan panas yang berlebihan secara terus-menerus akan merusak struktur kimia di dalam sel baterai, sehingga kemampuan menyimpan dayanya menurun lebih cepat dari seharusnya," ujar Achmad Rofiqi, sebagaimana dilangsir dari berbagai sumber, Rabu (29/4/2026).
Baca JugaSubsidi Motor Listrik Polytron Bikin Harga Turun Jadi 11 Jutaan
Achmad Rofiqi berpendapat bahwa sistem pendinginan pada kendaraan listrik memegang peranan paling krusial untuk menjaga stabilitas suhu di dalam kemasan baterai saat sedang beroperasi.
Proses pengisian daya cepat atau fast charging di bawah terik matahari juga menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya beban panas pada sistem elektrikal.
Degradasi yang terjadi akibat faktor lingkungan sering kali bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki tanpa mengganti sel yang rusak.
Pemilik kendaraan disarankan untuk mencari area parkir yang teduh guna meminimalisir kontak langsung sinar ultraviolet dengan bodi kendaraan dalam durasi lama.
Teknologi baterai masa depan diharapkan mampu memiliki ambang batas toleransi suhu yang lebih tinggi demi menyesuaikan dengan perubahan iklim global yang kian dinamis.
Perawatan berkala pada saluran pendingin cairan sangat dianjurkan agar sirkulasi udara tetap lancar tanpa ada sumbatan yang menghambat pelepasan panas.
Kualitas bahan material pemisah di dalam baterai juga sangat menentukan seberapa besar ketahanan unit tersebut terhadap fluktuasi termal yang ekstrem.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












