Harga Komoditas Minyak Mentah Melonjak Tajam Hingga 6 Persen
- Kamis, 30 April 2026
JAKARTA – Harga komoditas minyak mentah melonjak signifikan hingga 6 persen sementara nikel dan timah terpantau mengalami penurunan tipis di pasar global.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama yang mendorong kenaikan tajam pada harga energi dunia ini.
Kenaikan harga tersebut tercatat pada jenis Brent yang kini bertengger di level 78,05 dolar AS per barel.
Baca JugaSubsidi Motor Listrik Polytron Bikin Harga Turun Jadi 11 Jutaan
"Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan dari Iran," ujar analis komoditas, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026).
Pihak pasar saat ini memang sedang mengantisipasi serangan balasan yang mungkin menyasar infrastruktur energi vital.
Analis tersebut berpendapat, jika serangan benar-benar menyasar fasilitas produksi minyak maka harga bisa menyentuh angka 100 dolar AS per barel dalam waktu dekat.
Sementara itu sektor logam dasar justru menunjukkan tren yang berlawanan dengan komoditas energi.
Harga nikel di London Metal Exchange tercatat menyusut 0,3 persen menjadi 17.495 dolar AS per ton.
Timah juga mengalami nasib serupa dengan penurunan sebesar 0,2 persen ke angka 32.850 dolar AS per ton.
Sentimen negatif dari perlambatan aktivitas manufaktur di beberapa negara besar menjadi beban bagi harga logam.
Permintaan global yang belum pulih sepenuhnya membuat investor cenderung melepas aset di sektor pertambangan tersebut.
Keseimbangan pasar komoditas saat ini sangat bergantung pada perkembangan situasi politik internasional dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ferdi Tri Nor Cahyo
idxcarbon adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Menekraf Sebut Aset Kripto Perkuat Komersialisasi Kekayaan Intelektual Ekraf
- Jumat, 10 April 2026












